Jakarta, CNN Indonesia --
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan 1.104 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
Data itu berasas pembaruan pada Sabtu (22/8) pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Anggun R, di Pekanbaru mengungkapkan bahwa sebaran titik panas ini tersebar di sembilan provinsi, dengan lonjakan tertinggi terdeteksi di Sumatera Selatan nan mencapai 528 titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wilayah lain nan turut menyumbang nomor tinggi adalah Bangka Belitung dengan 221 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 97 titik, Jambi 83 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Bengkulu 19 titik, Aceh 13 titik, Sumatera Utara 9 titik, dan Sumatera Barat 5 titik," katanya Sabtu (21/8) seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu Provinsi Riau titik panas nan tersebar di delapan wilayah kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 71 titik panas, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak delapan titik, dan Kabupaten Kampar empat titik.
Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Inderagiri Hulu dan Kota Dumai masing-masing tiga titik. Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Rokan Hulu masing-masing dua titik serta Kuantan Singingi satu titik panas.
Dalam beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 700 hektare lebih. Terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 ha dan Pelalawan 300 ha.
Selain dua wilayah tersebut Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau. Di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.
"Untuk Wilayah Sumatera saat ini nan sedang naik gelombang kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah nyaris 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto.
(dir)
13 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·