BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Diprediksi hingga 4 Minggu

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 19 Agustus 2026 |07:22 WIB

BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Diprediksi hingga 4 Minggu

Gempa NTT (foto: Freepik)

JAKARTA - Aktivitas gempa bumi susulan pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo (M) 7,7 tetap terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, sebanyak 2.768 gempa bumi susulan telah terjadi.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat M6,2, sedangkan nan terkecil mencapai M1,1. Sebanyak 24 gempa susulan mempunyai magnitudo di atas M5 dan 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan catatan BMKG sehari sebelumnya. Hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat 2.119 gempa susulan dengan magnitudo M1,3 hingga M6,2. Dari jumlah itu, 24 gempa bermagnitudo di atas M5 dan 70 gempa dirasakan masyarakat.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto sebelumnya menjelaskan, aktivitas gempa susulan diperkirakan tetap bakal berjalan selama beberapa pekan setelah gempa utama.

“Berdasarkan info sementara gempa susulan ini bakal berhujung 3–4 minggu ke depan,” kata Wijayanto.

Gempa utama Flores dengan magnitudo hasil pemutakhiran M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut merupakan gempa dangkal nan dipicu aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan sistem pergerakan naik alias thrust fault.

Gempa utama tersebut juga memicu tsunami di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil observasi stasiun pasang surut, tsunami terpantau di 16 letak nan tersebar di empat provinsi, ialah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com