Binti Mufarida
, Jurnalis-Minggu, 09 Agustus 2026 |17:58 WIB

Musim tandus (Foto: Freepik)
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan 73,8% wilayah Indonesia alias 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim tandus hingga awal Agustus 2026. Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG mengungkapkan curah hujan selama periode ini didominasi kategori rendah nan mencakup 80,77% wilayah, kategori menengah 18,08%, dan kategori tinggi hanya mencakup 1,15% wilayah Indonesia.
“Dari sisi sifat hujan, sekitar 76,3% wilayah tercatat berada pada kategori bawah normal, nan menunjukkan kecenderungan kondisi lebih kering dibandingkan rata-ratanya,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Minggu (9/8/2026).
BMKG melaporkan akibat dari kondisi tandus nan makin meluas mulai terlihat melalui laporan kejadian kebakaran rimba dan lahan pada periode 4 hingga 5 Agustus 2026 di beberapa wilayah, antara lain Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur. Hasil pemantauan gambaran satelit juga mengindikasikan adanya sebaran asap di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Meskipun musim tandus telah meluas di sebagian besar wilayah Indonesia, BMKG mengatakan sejumlah kejadian atmosfer skala regional tetap mendukung kesempatan terbentuknya awan hujan di sebagian mini wilayah. Pada periode 3 hingga 6 Agustus 2026, tetap teramati hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem di sebagian wilayah Indonesia, antara lain Sumatera Barat (298 mm/hari), Sumatera Utara (113 mm/hari), Papua (80 mm/hari), Jawa Barat (71 mm/hari), dan Kalimantan Utara (59 mm/hari).
Kondisi tersebut, kata BMKG, dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Ekuatorial Rossby nan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa bagian barat, serta aktivitas MJO nan secara spasial terpantau berada di sebagian wilayah utara Papua.
Selain itu, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu membentuk wilayah konvergensi dan konfluensi di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera Barat hingga Bengkulu sehingga meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
“Kombinasi beragam aspek atmosfer tersebut menyebabkan potensi hujan tetap cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia, meskipun sebagian besar wilayahnya telah memasuki musim kemarau,” papar BMKG.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·