JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mengumumkan ekspansi blokade Selat Hormuz dengan memerintahkan militernya untuk mengejar kapal-kapal nan mengenai dengan Iran di seluruh dunia. Langkah ini diumumkan Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, sebelum Iran mengumumkan penutupan kembali lampau lintas di Selat Hormuz.
Washington mengumumkan bakal menghentikan akses kapal ke pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026), setelah pembicaraan dengan perwakilan Teheran di Pakistan gagal. Iran menutup Selat Hormuz untuk Amerika dan sekutunya setelah serangan AS-Israel terhadap negara itu pada 28 Februari. Blokade AS terhadap jalur air utama tersebut, nan menyumbang sekitar 20% perdagangan minyak mentah dan LNG internasional, semakin meningkatkan tekanan pada ekonomi global, menyebabkan nilai minyak dan gas meroket.
Pasukan AS di luar wilayah Teluk Persia juga bakal "secara aktif mengejar kapal berbendera Iran alias kapal apa pun nan mencoba memberikan support material kepada Iran," kata Caine kepada wartawan pada Jumat (17/4/2026).
Caine secara unik menyoroti operasi di Pasifik, mengatakan bahwa AS bakal mengejar kapal-kapal nan meninggalkan pelabuhan Iran sebelum blokade dimulai, menurut laporan AP.
Pada Kamis (16/4/2026), Angkatan Laut AS menyatakan dalam sebuah peringatan bahwa semua kapal nan mengenai dengan Teheran, “terlepas dari lokasinya, dapat dikunjungi, dinaiki, digeledah, dan disita.”
Peringatan tersebut memberikan daftar peralatan selundupan nan bakal disita, termasuk senjata, amunisi, bahan nuklir, produk minyak, besi, baja, dan aluminium.
Menurut Komando Pusat AS, total 14 kapal nan menuju Selat Hormuz telah berbalik arah sejak pengumuman blokade tersebut. Sejauh ini, belum ada kapal nan dinaiki.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·