Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat hingga Maret 2026, ditemukan 11,42 persen pengajuan kepegawaian nan tidak sesuai prinsip merit. BKN telah mengirim 450 surat teguran, memblokir 125 info ASN, serta memberikan hukuman jasa kepada lembaga nan melanggar.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng Komisi II DPR RI, dikutip dari situs resmi, Kamis (16/4/2026)
Terkait support program prioritas pemerintah, BKN telah menyediakan platform ASN Digital nan telah mengintegrasikan 47 layanan, dan sudah digunakan lebih dari 6,2 juta ASN alias sekitar 92 persen dari total ASN nasional, dengan rata-rata kunjungan harian mencapai 6,9 juta.
Sistem jasa terintegrasi BKN juga datang dalam penguatan manajemen keahlian berbasis digital. Sistem e-Kinerja BKN nan telah digunakan 5,7 juta ASN memungkinkan pemantauan keahlian secara harian hingga tahunan melalui dashboard nasional.
Selain itu, BKN terus mengakselerasi penerapan manajemen talenta ASN melalui pembangunan talent pool nasional sebagai referensi promosi, rotasi, dan mobilitas ASN. Dalam penerapan manajemen talenta ASN hingga saat ini, Zudan sebut BKN mencatat peningkatan signifikan hingga 388 persen.
Dari kegunaan pembinaan, BKN juga menargetkan pendampingan terhadap 643 instansi, ialah mencakup 514 kabupaten/kota, 38 provinsi, dan 97 kementerian/lembaga pemerintah.
Pendampingan ini dilakukan melalui pembinaan manajemen ASN, mulai dari perencanaan susunan hingga digitalisasi, guna memastikan penerapan kebijakan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK). Upaya ini menunjukkan peran BKN tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai akselerator transformasi birokrasi di wilayah dan kementerian/lembaga.
Tidak hanya itu, BKN juga melakukan sejumlah kerjasama mengenai agenda prioritas nasional, termasuk pengalihan 38.000 penyuluh pertanian ke pemerintah pusat, dan support rekrutmen besar tenaga pembimbing dan pendidikan.
Dengan total 6,7 juta ASN nan didominasi kedudukan fungsional seperti pembimbing dan dosen, kontribusi ini berakibat langsung pada sektor strategis pembangunan. Dari sisi efektivitas kerja, BKN telah menerapkan kebijakan kerja elastis alias Work From Anywhere (WFA) nan terbukti meningkatkan efisiensi operasional hingga 30-33 persen per hari.
(mij/mij)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·