BK DPD Akan Panggil Arya Buntut Hadiri Kontes Transgender di Thailand

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Kehormatan (BK) DPD RI bakal memanggil Anggota DPD RI asal Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna buntut kehadirannya dalam sebuah aktivitas di Thailand dan dikaitkan dengan rumor LGBT.

Arya disebut datang di aktivitas kontes kecantikan unik transpuan Miss Equality World. Informasi soal itu tersebar dalam foto nan beredar di media sosial.

Ketua BK DPD RI Hasby Yusuf memahami penjelasan Arya nan mengaku datang bukan dalam kapabilitas mewakili DPD RI, melainkan sebagai pribadi serta tokoh budaya, pariwisata, dan Hindu Bali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kata dia, status sebagai personil DPD RI tetap melekat pada diri seseorang, sehingga setiap tindakan dan aktivitas publik personil perlu mempertimbangkan kepatutan, kehormatan jabatan, serta dampaknya terhadap gambaran lembaga, sekalipun aktivitas tersebut dinyatakan dilakukan dalam kapabilitas pribadi.

"BK bakal memandang kebenaran secara utuh, antara lain mengenai tujuan kehadiran, kapabilitas nan bersangkutan, undangan dan penyelenggara kegiatan, corak keterlibatan dalam acara, penggunaan atribut alias akomodasi nan berangkaian dengan jabatan, serta keterkaitan aktivitas tersebut dengan penyelenggaraan tugas sebagai Anggota DPD RI," kata Hasby dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9).

BK juga bakal menjelaskan mengenai adanya pendampingan personil TNI dalam aktivitas tersebut.

Hasby memandang aspek tersebut perlu dilihat secara aktual dan sesuai dengan ketentuan nan mengatur penugasan maupun pengamanan pejabat negara, baik dalam UU MD3, UU No.3 Tahun 2025 tentang TNI, UU No.9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan, dan Peraturan DPD RI No. 1 Tahun 2024 tentang Tata Tertib .

"Menjadi Anggota DPD RI berfaedah membawa standar kehormatan kedudukan dalam setiap ruang publik. Tetapi Badan Kehormatan juga tidak boleh mengambil konklusi hanya berasas foto, video, alias pemberitaan. nan kudu dilihat adalah fakta, kapabilitas kehadiran, konteks kegiatan, dan apakah terdapat ketentuan etik nan dilanggar," katanya.

Ia mengatakan jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya tindakan nan bertentangan dengan kode etik, kepatutan, kehormatan jabatan, alias ketentuan lain nan bertindak bagi Anggota DPD RI, Badan Kehormatan bakal mengambil langkah sesuai kewenangannya.

"Prinsip BK sederhana: tidak mencari-cari kesalahan Anggota, tetapi juga tidak menutup mata terhadap persoalan nan menyangkut kehormatan lembaga. Setiap Anggota mempunyai kewenangan untuk beraktivitas sebagai penduduk negara, tetapi kebebasan tersebut tetap kudu melangkah seiring dengan tanggung jawab etik sebagai pejabat publik," ujarnya.

Arya sebelumnya sudah buka bunyi soal kehadirannya dalam aktivitas itu. Ia mengatakan kehadirannya dalam aktivitas tersebut tidak dalam kapabilitas sebagai personil DPD RI. Ia menyebut datang sebagai tokoh Bali.

"Kalau saya nan pasti kemarin aktivitas nan di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama kedudukan saya di manapun," kata Arya saat dihubungi, Rabu (2/9).

Arya menjelaskan aktivitas tersebut terdiri atas beragam rangkaian kegiatan, mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, hingga diskusi.

Ia mengaku datang pada sesi pemberian penghargaan serta peluncuran video promosi wisata Bali. Arya mendapat penghargaan pada aktivitas itu.

"Mereka sudah membikin video nan baik ya untuk promosi Bali alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa jika di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu," ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui jika aktivitas tersebut kemudian dikaitkan dengan LGBT.

Arya mengatakan dirinya tidak mau mencampuri urusan pihak nan memberi penghargaan. Ia menyebut Thailand memang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dengan beragam gender.

"Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang nan memberikan penghargaan. Gitu kan, ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali nan bekerja di pariwisata seperti itu," katanya.

Sementara itu, Arya mengatakan personil TNI nan terlihat bersamanya merupakan pengawal pribadinya.

Menurutnya, kondisi Thailand rawan sehingga pengawal tersebut melekat selama perjalanan.

"Memang pengawal pribadi l pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah nan agak rawan bentrok ya, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada bentrok ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bekerja dengan baik saja untuk mengamankan saja," katanya.

(yoa/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional