Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan aktivitas logistik pengangkutan batu bara perusahaan di Sumatra tidak terganggu oleh musim tandus panjang. Hal ini lantaran perseroan mengandalkan moda transportasi kereta api untuk mengangkut batu bara dari tambang menuju pelabuhan.
Sebagaimana diketahui, kejadian El Nino nan memicu tandus panjang telah menyebabkan debit air sejumlah sungai menyusut. Kondisi tersebut berpotensi menghalang aktivitas pengangkutan batu bara melalui jalur sungai, khususnya di wilayah Kalimantan.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi persoalan bagi PTBA. Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Bambang Ismawan mengatakan, penggunaan kereta api menjadi salah satu kelebihan perseroan dalam menjaga kelancaran pengedaran batu bara.
"Ya itu untung PT Bukit Asam, salah satu ya untung kita kan. Mungkin teman-teman di lain, terutama di Kalimantan mungkin menghadapi rumor lantaran sungai surut sehingga mungkin agak halangan lah untuk pengiriman batu baranya. Bagi PT Bukit Asam gak ada isu," kata dia dalam aktivitas Closing Bell CNBC Indonesia, Senin (14/9/2026).
Di sisi lain, PTBA juga telah mempunyai kerja sama nan kuat dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mendukung aktivitas pengangkutan batu bara. Dengan demikian, operasional logistik perusahaan tidak berjuntai pada kondisi debit air sungai.
"Jadi kita ada dua, salah satu nan besar itu di Lampung, Pelabuhan Tarahan, nan sebagian di Palembang, di Kertapati, dan pelabuhan-pelabuhan lain di sekitar Kertapati. Itu nan kita gunakan selama ini," katanya.
Perlu diketahui, PTBA memproduksi 19,45 juta ton batu bara dengan total volume penjualan mencapai 21,1 juta ton. Penjualan ekspor tercatat tumbuh 5% menjadi 10,33 juta ton dengan negara tujuan utama seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand, sementara porsi penjualan domestik mencapai 51% alias 10,77 juta ton.
PTBA mencatatkan lonjakan untung bersih sebesar 218% secara tahunan menjadi Rp 2,65 triliun pada Semester I-2026.
Pertumbuhan untung tersebut didorong oleh pemulihan operasional pada Kuartal II-2026, serta peningkatan volume penjualan ekspor di tengah tren kenaikan nilai jual rata-rata batu bara global.
Dari sisi pendapatan, perusahaan sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 22,03 triliun pada Semester I-2026 alias tumbuh 8% dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Angkutan Batu Bara di Kalimantan Terdampak
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka bunyi mengenai kejadian keringnya Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Sungai Kapuas sendiri menjadi salah satu jalur pengedaran batu bara melalui kapal tongkang.
Ramai jadi buah bibir publik, Sungai Kapuas saat ini mengalami kekeringan lantaran tandus panjang selama empat bulan terakhir. Sungai Kapuas tidak terguyur hujan dan membikin kapal tongkang pengangkut batu bara 'mandek' tidak bisa berlayar.
Menanggapi kondisi itu, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung membantah rumor nan menyebut terhambatnya operasional kapal tongkang disebabkan oleh kebijakan pembatasan kuota produksi. Ia menegaskan bahwa masalah utama di lapangan murni lantaran aspek teknis kedalaman air sungai nan menyusut drastis.
"Enggak, itu ya bukan lantaran dibatasi produksinya lantaran air untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air. Iya (sungai kering), heeh..." katanya saat ditemui di sela aktivitas The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026, di Jiexpo, dikutip Jumat (4/9/2026).
Penurunan debit air sungai tersebut berakibat langsung pada mobilisasi logistik pertambangan, terutama di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Kapal-kapal pengangkut batu bara dilaporkan tertahan dan terpaksa menunggu hingga kondisi air kembali memungkinkan untuk melakukan pelayaran menuju letak tujuan.
"Enggak, enggak. Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan. Ya justru, ya lantaran sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," bebernya.
Fenomena mengeringnya Sungai Kapuas ramai dibicarakan di media sosial. Dalam unggahan IG akun @atr.drone, terpantau sebuah kapal tongkang sudah nyaris tiga bulan kandas di Sungai Kapuas, Kalimantan.
Penyusutan debit air Sungai Kapuas di Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menghadirkan pemandangan tak biasa sekaligus menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.Sungai Kapuas di Kalimantan Barat mengalami kekeringan.
Pemandangan semakin menarik dengan keberadaan sebuah kapal tongkang nan kandas di tengah aliran sungai.
"Sebuah kapal tongkang sudah nyaris tiga bulan kandas di Sungai Kapuas, Kalimantan" tulis akun instagram @atr.drone dalam unggahannya.
Hamparan pasir nan biasanya berada di dasar Sungai Kapuas sekarang terlihat membentang luas seiring menyusutnya debit air. Kondisi tersebut justru dimanfaatkan penduduk sebagai letak wisata dadakan untuk bersantai, berkumpul berbareng family hingga menikmati pemandangan mentari terbenam.
Surutnya Sungai Kapuas membikin area nan biasanya hanya berupa aliran sungai sekarang berubah menjadi ruang terbuka nan dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi.
(ven/wia)
[Gambas:Video CNBC]
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·