Biskuit Legend 92 Tahun Tutup Pabrik dan PHK 300 Orang, Ganti Jadi Sawit

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen biskuit legendaris Lee Biscuits bakal menutup pabriknya di Pontian, Johor, Malaysia, pada akhir Oktober 2026. Keputusan ini mengakhiri perjalanan produksi perusahaan nan telah berjalan selama 92 tahun dan dikenal melalui produk biskuit Marie.

Menurut laman New Strait Times, Jumat (23/10/2026), penutupan pabrik tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi grup induk Lee Biscuits. Grup tersebut dilaporkan bakal keluar dari upaya manufaktur makanan ringan untuk mengonsolidasikan aset dan berfokus pada upaya inti, termasuk perkebunan karet dan kelapa sawit.

Pemasok dan pengguna mulai menerima pemberitahuan penghentian produksi sejak September lalu. Penutupan pabrik juga bakal berakibat pada para pekerjanya.

Media Malaysia lain, China Press, melaporkan sekitar 300 tenaga kerja tetap bakal bekerja hingga akhir Oktober. Mereka terutama bekerja membersihkan dan menangani pekerjaan mengenai di area pabrik.

Manajemen senior pabrik mengatakan kepada China Press bahwa perusahaan telah menggelar penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir setelah memutuskan menghentikan operasional. Seluruh persediaan biskuit dilaporkan telah terjual habis.

Laman Singapura CNA juga melaporkan bahwa situs resmi perusahaan sudah tidak dapat diakses pada Jumat. Sementara laman media sosialnya juga tidak tersedia.

Biskuit Marie

Lee Biscuits berkantor pusat di Pontian dan didirikan oleh pengusaha sekaligus filantropis Lee Kong Chian. Merek ini dikenal melalui sejumlah produk, antara lain biskuit Marie, biskuit asin alias saltine crackers, biskuit berlapis gula warna-warni alias iced gem, serta biskuit sandwich lemon.

Merek tersebut berasal dari Singapura sebelum produksinya dipindahkan ke Tampoi, Johor Bahru, pada 1995. Operasional kemudian dipindahkan ke Pontian pada 2005.

Penutupan pabrik biskuit ini bukan kali pertama grup induknya menghentikan upaya manufaktur makanan. Pada 2023, grup tersebut menutup pabrik pengalengan nanas nan telah beraksi selama puluhan tahun di Skudai, seiring pergeseran konsentrasi ke budidaya kelapa sawit.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑