Binawan Group Buka Beasiswa Kuliah dan Kerja Keperawatan di Singapura dan Eropa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Binawan Group Buka Beasiswa Kuliah dan Kerja Keperawatan di Singapura dan Eropa Pertemuan Binawan Group dengan Media Indonesia, Selasa (11/8).(MI/Atalya Puspa)

BINAWAN Group membuka kesempatan danasiwa bagi lulusan SMA dan tenaga kerja Indonesia untuk menempuh pendidikan sekaligus bekerja di luar negeri, khususnya di sektor keperawatan. Program ini mencakup danasiwa penuh di Singapura serta penempatan kerja di sejumlah negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Austria.

Chief Marketing Officer Binawan Group, Kristin Tan, menjelaskan bahwa program di Singapura ditujukan bagi lulusan SMA bidang IPA. Peserta bakal mendapatkan danasiwa pendidikan 100% selama empat tahun dengan total nilai mencapai Rp1,5 miliar dari pemerintah Singapura.

"Beasiswanya ini full tuition, 100 persen, nyaris Rp1,5 miliar totalnya. Itu dari pemerintah Singapura," ujar Kristin dalam pertemuan dengan Media Indonesia, Selasa (11/8).

Selama masa pendidikan, peserta juga bakal menerima duit saku bulanan. Setelah lulus, mereka bakal langsung diarahkan bekerja sebagai registered nurse (RN) di rumah sakit pemerintah Singapura dengan standar penghasilan ahli nan bertindak di negara tersebut.

Selain Singapura, Binawan Group menawarkan program bagi perawat nan mau berkarier di Eropa. Skema ini dirancang dengan investasi awal minim, di mana calon peserta mengikuti training bahasa Jerman secara daring dari tingkat A1 hingga A2, nan dapat dilakukan sembari tetap bekerja.

Setelah mencapai tingkat B1 dan B2 melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), peserta tidak hanya dibekali keahlian bahasa, tetapi juga literasi finansial dan pemahaman budaya. Biaya program ini dapat ditanggung alias diganti (reimbursement) hingga Rp50 juta setelah peserta memenuhi syarat keberangkatan.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Binawan Group, Benhard Rotinsulu, menekankan pentingnya literasi mengenai prosedur kerja luar negeri nan legal. Hal ini bermaksud agar masyarakat terhindar dari praktik penempatan terlarangan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"SDM Indonesia ini luar biasa, bisa bersaing secara global. Kita apalagi bisa menjadi nomor satu alias nomor dua dalam bagian hospitality," pungkas Benhard, menekankan potensi besar tenaga kerja Indonesia di pasar internasional. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia