Bin Zayed International Jajaki Investasi Air, PAM JAYA: Percepat Layanan 100%

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Penandatanganan Non-Disclosure Agreement alias NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA di Malaysia. Foto: PAM JAYA

Pemprov DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus memperkuat langkah strategis untuk memastikan kesiapan air bersih nan berkepanjangan bagi penduduk Jakarta.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Bin Zayed International, perusahaan internasional dengan portofolio upaya luas di beragam sektor strategis, mulai dari properti, energi, konstruksi, teknologi informasi, hingga pengembangan infrastruktur.

Kunjungan PAM JAYA ke Malaysia ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan pihak Bin Zayed International sebelumnya ke Balai Kota DKI Jakarta untuk berjumpa dengan Gubernur Jakarta Pramong Anung. Pertemuan tersebut membuka ruang komunikasi awal mengenai potensi kerja sama strategis, khususnya dalam mendukung pengembangan prasarana dasar dan jasa perkotaan di Jakarta.

Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA dalam mempercepat pemenuhan cakupan jasa air minum 100 persen di Jakarta.

Sebagai tindak lanjut komunikasi nan telah dibangun, juga dilakukan penandatanganan Non-Disclosure Agreement alias NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA.

Penandatanganan NDA ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang pertukaran data, kajian teknis, serta pembahasan lebih rinci mengenai potensi kerja sama pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum alias SPAM di Jakarta.

Penandatanganan Non-Disclosure Agreement alias NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA di Malaysia. Foto: PAM JAYA

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyampaikan kerja sama dengan beragam pihak merupakan bagian dari strategi PAM JAYA dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di Jakarta.

“Arahan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub sangat jelas, bahwa pemenuhan jasa dasar penduduk kudu dilakukan secara serius, terukur, dan terbuka terhadap kolaborasi. PAM JAYA mempunyai sasaran besar untuk mencapai 100 persen cakupan jasa air minum di Jakarta," papar dia.

"Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra nan mempunyai kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang,” ujar Arief.

Menurut Arief, tantangan PAM JAYA tidak hanya terletak pada ekspansi cakupan layanan, tetapi juga pada upaya menekan tingkat Non-Revenue Water alias NRW. Tantangan tersebut semakin kompleks lantaran Jakarta merupakan kota padat dengan karakter prasarana bawah tanah nan sangat dinamis.

“Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM JAYA. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana lantaran kepadatan bangunan, jaringan utilitas nan kompleks, dan kebutuhan jasa nan terus meningkat," jelas dia.

"Karena itu, kerjasama dengan beragam pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi krusial untuk memandang kemungkinan support teknologi, investasi, dan pengalaman internasional nan relevan bagi Jakarta,” tambah Arief.

Penandatanganan Non-Disclosure Agreement alias NDA antara Bin Zayed International dan PAM JAYA di Malaysia. Foto: PAM JAYA

Selain berkeinginan pada pengembangan SPAM, Bin Zayed International juga menyampaikan perhatian terhadap agenda pembangunan prasarana strategis Jakarta, termasuk potensi keterlibatan dalam pengembangan Giant Sea Wall.

Ketertarikan ini sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai kota dunia nan memerlukan prasarana besar, tangguh, dan berkelanjutan.

PAM JAYA tidak hanya menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia. Sebelumnya, PAM JAYA juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah pihak dari negara lain, antara lain Turki dan Swiss, dalam rangka menjajaki kesempatan kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi terkini nan dapat mendukung peningkatan operasional dan kualitas jasa air bersih di Jakarta.

“Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian nan matang. PAM JAYA bakal terus menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola nan baik, serta kepentingan penduduk Jakarta sebagai prioritas utama,” tegas Arief.

Dengan penjajakan kerja sama ini, Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA berambisi dapat memperluas opsi kerjasama strategis dalam penyediaan air bersih, penguatan prasarana perkotaan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Jakarta.

Kerja sama ini juga diharapkan menjadi bagian dari langkah Jakarta membangun jejaring internasional menuju kota dunia nan berkekuatan saing, berketahanan, dan tetap berpihak pada kebutuhan dasar warganya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan