BIN Tanggapi Kabar WNI jadi Target Perekrutan Tentara Rusia

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan penduduk negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi tentara Rusia dengan modus tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan (satpam) dan tenaga administrasi.

Informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen Indonesia. Para WNI ditawari pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar sebelum akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.

“Jadi kami mendapatkan info dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, nan kemudian membikin seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun kemudian tenaga manajemen nan diiming-imingi oleh penghasilan nan besar,” kata Dasco usai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Dasco, WNI nan tertarik dengan tawaran tersebut mendaftarkan diri melalui lowongan pekerjaan nan disediakan. Namun, mereka kemudian dikirim untuk berasosiasi sebagai tentara.

“Nah, para WNI ini kemudian mendaftar, lampau kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu info nan kami dapat,” ujarnya.

Dasco mengatakan pemerintah Indonesia telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah perekrutan tersebut.

Otoritas intelijen berbareng Kementerian Luar Negeri telah berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke sejumlah negara nan berangkaian dengan proses perekrutan tersebut.

“Dan pada saat ini, otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan kemudian mengirimkan utusan kepada negara-negara tersebut,” kata Dasco.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita