BI Rate Naik Lagi, Bos Bank Mandiri Buka Suara soal Bunga Kredit

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Riduan buka bunyi soal kenaikan suku kembang referensi Bank Indonesia (BI) alias BI Rate. Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) kembali meningkatkan suku kembang referensi alias BI-Rate sebesar 25 pedoman poin (bps) jadi 5,75%.

Langkah ini dimaksudkan untuk mendorong penguatan rupiah lebih sigap dari sebelumnya.

Merespons kenaikan BI rate, Riduan mengatakan tetap mencermati perkembangan pasar sebelum memutuskan kebijakan suku kembang kredit. Menurutnya, meningkatkan kembang angsuran bakal berjuntai pada upaya bank mendapatkan biaya dari masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita nan namanya naikkan suku kembang alias tidak tergantung dengan langkah kita mendapatkan funding juga di masyarakat," kata Riduan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Riduan menambahkan, keahlian Bank Mandiri hingga Juni 2026 tetap melangkah sesuai target. Selain itu, rasio angsuran bermasalah alias non-performing loan (NPL) tetap terjaga rendah.

"Mandiri rendah kan NPL, 0,97% jadi so far kita tidak terlalu. Sampai hari ini tren vintage kualitasnya tetap bagus," tuturnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto memanggil jejeran dewan dan komisaris bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke Istana Kepresidenan, Kamis (18/6). Pertemuan ini dilakukan di tengah kenaikan BI rate.

Riduan menambahkan tidak ada pengarahan unik dari Prabowo untuk menahan suku bunga. Tapi nan jelas, Prabowo memerintahkan bank himbara mendukung upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi.

" Kita pokoknya tetap bakal mendukung pertumbuhan ekonomi," tutup Riduan.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance