Bos Baru BEI Buka Suara Usai Bertemu Wakil Ketua DPR

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik buka bunyi usai berjumpa Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Jeffrey mengatakan agenda reformasi pasar modal telah melangkah sejak empat bulan terakhir. Ke depan, dia juga berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola nan baik di pasar modal Indonesia.

"Tentu bakal melanjutkan reformasi pasar modal nan sudah kita lakukan empat bulan terakhir ini dan kemudian juga komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi dan integritas serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia," ujar Jeffrey dalam keterangan pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Jeffrey bakal menjaga keahlian pasar modal baik dari sisi penawaran dan permintaan. Melalui sejumlah langkah tersebut, dia meyakini pasar modal Indonesia bakal setara dengan bursa-bursa saham dunia.

"Ke depannya potensi Bursa Efek Indonesia untuk menjadi bursa kelas bumi nan setara dengan bursa-bursa besar di bumi bakal dapat kita wujudkan segera," Imbuhnya.

Dalam pertemuan, Jeffrey juga didampingi oleh sejumlah jejeran dewan BEI periode 2026-2030 terpilih. Selain itu, datang pula ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan proses pemilihan dewan BEI dilakukan melalui fit and proper test nan dilakukan terhadap 4 paket calon dewan dengan total 28 orang. Berdasarkan proses tersebut, OJK memutuskan tujuh orang terpilih sebagai dewan baru BEI.

Perempuan nan biasa disapa Kiki ini berambisi jejeran pengurus BEI nan baru dapat berkomitmen untuk mengembangkan pasar modal Indonesia. Ia juga meminta jejeran terpilih untuk mengedepankan tata kelola perusahaan nan baik dan melanjutkan reformasi pasar modal.

"Karena semua bakal memandang gimana keberlanjutan dari reformasi integritas nan kita lakukan untuk terus gimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya dan juga gimana pasar modal Indonesia bisa menjadi rumah nan baik untuk seluruh, baik itu untuk investor, untuk emiten, kemudian perusahaan pengaruh dan semuanya, sehingga kita kedepankan integritas tata kelola dan juga kita bakal terus melakukan perbaikan-perbaikan," terang Kiki.

(hns/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance