Jakarta -
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) namalain Bank BUMN tidak buru-buru meningkatkan kembang kredit. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) kembal meningkatkan suku kembang referensi alias BI rate menjadi 5,75%
Airlangga mengakui BI rate naik bisa mendorong kenaikan kembang kredit. Oleh karena itu, dia berambisi bank pelat merah tidak terlalu sigap meningkatkan bunga.
"Ya ini relaynya kan ada transmisi mengenai kenaikan kembang kredit. Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu sigap juga untuk menaikkan," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga menambahkan, pemerintah berambisi penyaluran angsuran tetap melangkah guna mendukung aktivitas ekonomi dan bumi usaha. "Ya tentu harapannya kan ke depan angsuran tetap jalan," sambung Airlangga.
Sebagai informasi, pada hari nan sama, Presiden Prabowo Subianto memanggil jejeran dewan dan komisaris bank pelat merah ialah Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN, di Istana Kepresidenan. Prabowo memberikan pengarahan mengenai beragam kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan ekspor satu pintu dan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui Himbara.
Menurut Airlangga, pemerintah berambisi himbara dapat memainkan peran lebih besar dalam mendorong perekonomian nasional dan menjalankan fungsinya sebagai pemasok pembangunan.
"Tentu perihal ini disampaikan kepada seluruh jejeran dewan dan komisaris daripada Himbara lantaran pemerintah berambisi Himbara betul-betul bisa menjalankan perannya sebagai pemasok pembangunan," kata Airlangga.
"Jadi prioritas-prioritas itulah nan ditekankan oleh bapak Presiden, termasuk kerja-kerja pemerintah ke depan. Tentu perihal ini disampaikan kepada seluruh jejeran dewan dan komisaris daripada himbara lantaran pemerintah berambisi himbara betul-betul bisa menjalankan perannya sebagai pemasok pembangunan," tutur Airlangga.
(hns/hns)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·