Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko menyerahkan KIT Bhabinkamtibmas Tracer TB.(MI/Widjajadi)
SEURUH Bhabinkamtibmas Polresta Surakarta dilibatkan sebagai tracer dalam program pencarian kasus tuberkulosis (TB) paru di Kota Solo. Program tersebut merupakan kerjasama Polri dan Pemerintah Kota Surakarta untuk mendukung sasaran eliminasi TB pada 2030.
Wakapolresta Surakarta AKBP Sigit mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas merupakan corak kepedulian Polri dalam mendukung percepatan penanganan dan penanggulangan penyakit menular tersebut di tingkat masyarakat.
"Program tracing TB Paru ini sebagai corak kepedulian Polri nan bekerja-sama dengan Dinas Kesehatan Kota untuk mendukung percepatan penanganan dan penanggulangan penyakit menular itu di Kota Solo," kata Sigit saat memberikan pengarahan kepada personil di Mapolresta Surakarta, Selasa (2/6).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Tengah Kombes Agung Hadi Wijanarko serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Retno Erawati Wulandari.
Dalam program tersebut, Bhabinkamtibmas bakal berkedudukan membantu penemuan awal kasus TB paru di wilayah kelurahan masing-masing. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat dengan melakukan pemantauan dan pencarian terhadap penduduk nan berpotensi mengalami indikasi TB.
Menurut Sigit, program tersebut tidak boleh berakhir pada aktivitas seremonial semata, tetapi kudu dilaksanakan secara berkepanjangan di lapangan agar memberikan akibat nyata terhadap upaya pengendalian TB. "Jangan hanya sekadar seremonial, tetapi dilaksanakan berkepanjangan di lapangan," tegasnya.
Ia menilai kerjasama lintas sektor antara kepolisian dan Dinas Kesehatan menjadi langkah strategis dalam mempercepat penemuan kasus TB sehingga pasien dapat segera memperoleh penanganan medis nan tepat melalui akomodasi kesehatan nan tersedia.
PERKUAT UPAYA PEMERINTAH
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari, menyambut positif keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam program pencarian TB. Menurut dia, support abdi negara kepolisian bakal memperkuat upaya pemerintah dalam menurunkan nomor kasus TB di Kota Solo.
Retno menjelaskan, Solo merupakan kota nan menjadi tujuan mobilitas masyarakat dari beragam wilayah sehingga mempunyai akibat penyebaran penyakit menular nan cukup tinggi.
"Kota Solo merupakan wilayah nan banyak didatangi orang dari beragam wilayah. Jadi diperlukan langkah pencegahan dan antisipasi nan lebih maksimal, terutama kasus batuk nan berjalan lebih dari dua minggu," ujarnya.
Ia menegaskan penanggulangan TB tidak dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri. Keberhasilan program tersebut memerlukan support seluruh pemangku kepentingan, termasuk abdi negara kepolisian nan mempunyai jaringan hingga tingkat kelurahan.
"Kami bakal terus menggandeng stakeholder, terutama Polresta Surakarta, agar upaya penanggulangan TBC dapat memberikan hasil nan optimal bagi masyarakat," katanya.
PERCEPAT PENANGANAN TB
Kabiddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Agung Hadi Wijanarko mengatakan kerjasama antara tenaga kesehatan dan abdi negara kewilayahan menjadi aspek krusial dalam mempercepat penanganan TB di masyarakat.
Menurut dia, tenaga kesehatan tetap menjadi pihak nan bertanggung jawab dalam aspek medis dan penanganan pasien. Sementara itu, Bhabinkamtibmas berkedudukan menggerakkan masyarakat untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit.
"Untuk masalah kesehatan, kita serahkan kepada tenaga kesehatan nan mempunyai kompetensi. Bhabinkamtibmas berkedudukan menggerakkan tokoh masyarakat dan komponen penduduk di wilayah masing-masing untuk mendukung program penanggulangan TB," kata Agung.
Ia menambahkan, TB tetap menjadi salah satu penyakit menular nan rawan dan dapat menyebabkan kematian andaikan tidak ditangani dengan baik. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan, pencarian kasus, hingga pendampingan pengobatan pasien.
Melalui program tracing nan melibatkan Bhabinkamtibmas, Polresta Surakarta dan Pemerintah Kota Surakarta berambisi penemuan kasus TB dapat dilakukan lebih sigap sehingga penularan penyakit dapat ditekan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat nan lebih sehat, produktif, dan mendukung sasaran eliminasi TB di Kota Solo pada 2030. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·