Badan Gizi Nasional (BGN) buka bunyi mengenai pengadaan motor listrik nan menjadi sorotan dan saat ini tengah berada dalam proses penanganan Kejaksaan Agung. BGN memastikan seluruh shopping nan dilakukan pada 2025, termasuk pengadaan motor listrik, bakal diaudit dan dievaluasi.
Wakil Kepala BGN sekaligus ahli bicara, Agustina Arumsari, mengatakan pihaknya saat ini tetap melakukan penelusuran terhadap beragam pengadaan peralatan nan dilakukan sebelum kepemimpinan baru di BGN.
“Cukup. Kemarin dibilang bakal diaudit. Gini saja, secara umum. Saya menjawabnya selalu secara umum, tidak satu demi satu barang,” kata Sari kepada wartawan di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).
Menurut Sari, BGN sedang menyisir seluruh shopping nan dilakukan pada tahun anggaran 2025 untuk memastikan faedah dan relevansinya terhadap penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Secara umum, semua nan sudah dikeluarkan di tahun 2025 sudah kami sisir satu demi satu,” ujarnya.
Ia menegaskan, andaikan terdapat rencana pengadaan pada 2026 nan mempunyai keluaran alias kegunaan serupa dengan peralatan nan sudah dibeli pada 2025, maka pengadaan baru tidak bakal dilaksanakan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.
“Kalau di 2026 ini ada shopping BGN nan output-nya kurang lebih sama dengan nan di 2025, itu di 2026 tidak bakal kami eksekusi. Itu salah satu corak efisiensi juga,” kata Sari.
Terkait aset nan sudah telanjur dibeli pada 2025, termasuk motor listrik nan sekarang menjadi perhatian publik, BGN menyatakan bakal berupaya memanfaatkannya semaksimal mungkin.
“Yang kemarin sudah 2025 bagaimana? Kami bakal memanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Namun, Agustina enggan menjelaskan lebih rinci mengenai status maupun penggunaan motor listrik tersebut lantaran tetap berangkaian dengan proses norma nan berjalan.
“Satu demi satu barangnya apa dan sebagainya, itu tetap kami telaah dengan teman-teman nan lain, apalagi tetap dalam proses di kejaksaan,” katanya.
Agustina menegaskan prinsip nan dipegang ketua baru BGN adalah tidak mengulangi pengeluaran nan dinilai tidak memberikan faedah optimal bagi program.
“Kami tidak mau mengulangi juga shopping nan kurang bermanfaat, apalagi tidak bermanfaat, di masa nan 2025. Itu salah satu corak efisiensi anggaran,” ujarnya.
Selain itu, dia mengungkapkan sebagian anggaran BGN saat ini juga telah diblokir oleh Kementerian Keuangan melalui sistem tertentu sehingga tidak dapat langsung digunakan oleh lembaga.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·