Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak bakal ada shopping modal dalam anggaran 2027. Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anggaran negara digunakan secara efisien dan berasas asas manfaat.
"Anda bisa lihat di tahun 2027 itu tidak ada shopping modal. Jadi tidak ada pengadaan nan aneh-aneh," kata Sudaryono saat ditemui usai rapat berbareng Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026) malam.
Sudaryono juga menyinggung rumor pengadaan layar LED nan ramai di media sosial dengan nilai mencapai Rp535 miliar. Dia memastikan pengadaan tersebut telah dibatalkan.
"Jadi nan di Sosmed ramai itu (layar) LED seolah-olah kita shopping Rp500 miliar lebih, nggak. Saya masuk sebagai Kepala Badan Gizi, kemudian kami batalkan," ujarnya.
Menurutnya, proses pengadaan tersebut sudah melangkah sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BGN. Setelah masuk ke BGN, dia kemudian memutuskan untuk membatalkannya.
"Betul, saya percaya nan memposting itu memandang laman Inaproc ini. Jadi, begitu kami masuk, kami dilaporkan mengenai ini dan ini, 1 April prosesnya, jadi kami belum ada di situ. Dan begitu Juli masuk, dan dilaporkan ini, ini keputusannya kami batalkan," tegas dia.
Dia menyebut ada dua argumen utama pembatalan pengadaan tersebut, ialah tidak dibutuhkan dan tidak mempunyai pagu anggaran.
"Satu, alasannya mengada-ada. Kedua, pagu anggarannya nggak ada. Jadi jikalau diadakan pasti keliru, apalagi diadakan saja sudah keliru," tutur Sudaryono.
Ia menegaskan, BGN di bawah kepemimpinannya tidak bakal melakukan pengadaan hanya lantaran tersedia anggaran. Setiap shopping kudu mempunyai kebutuhan dan faedah nan jelas.
"Jadi kita konsentrasi pada asas manfaat. Jadi jika kita pengadaan itu bukan pengadaan lantaran pengen, tapi pengadaan itu lantaran memang diperlukan dan dibutuhkan. Sementara ini tidak dibutuhkan," ucapnya.
Dia pun memastikan pengadaan LED tersebut tidak bakal dilanjutkan.
Dalam rapat berbareng Komisi IX DPR RI, Sudaryono memaparkan pagu anggaran BGN tahun 2027 sebesar Rp240,21 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas program pemenuhan gizi nasional sebesar Rp232,5 triliun alias 96,8%, dan support manajemen sebesar Rp7,32 triliun alias 3,05%.
Adapun sasaran penerima faedah pada 2027 mencapai 72.464.886 orang, terdiri dari 60.599.777 peserta didik di seluruh jenjang pendidikan serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, Sudaryono mengatakan efisiensi anggaran tetap dapat dilakukan. Bahkan, dia membuka kesempatan anggaran MBG tahun depan berada di bawah Rp200 triliun.
"Ya kami untuk di bawah Rp200 triliun tahun depan, ya bisa. Kalau memang dengan sasaran nan kemudian disampaikan, itu kami berupaya untuk seefisien mungkin," ujarnya.
Sudaryono mengatakan, BGN bakal kembali menghitung kebutuhan anggaran dan membahasnya berbareng Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
"Nanti kami coba telaah lagi dengan Pak Menteri Keuangan, dan juga kami telaah secara internal, kami hitung lagi," kata dia.
Sudaryono menegaskan, efisiensi dilakukan lantaran anggaran BGN merupakan duit rakyat nan kudu dipertanggungjawabkan.
"Intinya begini, anggaran ini adalah duit rakyat. Anggaran ini adalah.. satu rupiah ini menjadi penting. Tidak bisa kita kemudian saya sebagai kepala kemudian menggunakan ini seenaknya, seolah-olah itu duit nenek saya, bukan. Ini adalah duit rakyat nan setiap rupiah kudu bisa dipertanggungjawabkan dan manfaatnya kudu sebesar-besarnya" tegas Sudaryono.
Dia pun kembali memastikan tidak bakal ada pengadaan nan dinilai tidak perlu selama dirinya memimpin BGN.
"Jadi kami pastikan di bawah kepemimpinan kami, itu tidak ada pengadaan nan mengada-ada, kami pastikan itu," pungkasnya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·