BGN Coret 1.653 Sekolah Penerima MBG, Prioritaskan Daerah 3T dan Stunting Tinggi

Sedang Trending 57 menit yang lalu

BGN Coret 1.653 Sekolah Penerima MBG, Prioritaskan Daerah 3T dan Stunting Tinggi

llustrasi.

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengalihkan cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah dengan tingkat kebutuhan nan lebih tinggi, khususnya wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah berangka stunting tinggi. Kebijakan itu diambil menyusul keputusan BGN mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima faedah MBG.

Sekolah nan dicoret merupakan satuan pendidikan bertaraf internasional dan telah berdikari secara finansial tanpa berjuntai pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, ekspansi jasa MBG dilakukan secara berjenjang berasas prioritas wilayah dan hasil pemetaan satuan pendidikan nan belum mendapatkan jasa program tersebut.

“Prioritas kami tentu saja adalah sekolah-sekolah alias satuan pendidikan nan berada di wilayah 3T, terdepan, terluar, dan tertinggal, serta wilayah-wilayah lain nan nomor stunting-nya tinggi dan tinggi sekali,” ujar Sudaryono di Jakarta, dikutip Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, Maluku dan Papua menjadi salah satu konsentrasi utama dalam ekspansi jasa MBG. Berdasarkan pendataan BGN, tetap terdapat sekitar 15.000 satuan pendidikan di kedua wilayah tersebut nan belum terlayani program MBG.

“Contoh saja misalnya di Maluku dan di Papua, ada sekitar 15.000 satuan pendidikan nan belum terlayani. Tentu saja wilayah-wilayah seperti di Maluku dan Papua ini menjadi prioritas, ditambah dengan wilayah-wilayah lain nan nomor stunting-nya tinggi dan wilayah-wilayah 3T lainnya nan tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Untuk mendukung ekspansi layanan, BGN bakal membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah prioritas. Pembukaan SPPG dilakukan secara berjenjang sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing daerah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com