Tiga helikopter jenis Chinook dari Jepang telah tiba di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) untuk membantu mengatasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Adapun helikopter ini terbiasa dengan misi udara untuk penanganan bencana.
Dikutip dari lama resmi perusahaan Jepang, Kawasaki, helikopter Chinook ini diproduksi oleh Kawasaki di bawah lisensi dari The Boeing Company (Amerika Serikat) sejak tahun 1984 untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Darat Bela Diri Jepang (JGSDF) dan Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF).
Helikopter ini diperkenalkan oleh JGSDF untuk menggantikan model angkut terdahulu, ialah V-107. Helikopter ini diketahui enggunakan sistem tandem rotor dengan baling-baling di bagian depan dan belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Chinook juga mempunyai pintu ramp besar di bagian belakang (aft) untuk mempermudah bongkar muat kargo serta menawarkan stabilitas dan kelincahan manuver nan baik.
Sementara itu, Chinook jenis CH-47JA merupakan jenis pembaruan nan dilengkapi tangki bahan bakar lebih besar untuk memperjauh jarak jelajah penerbangan.
Helikopter ini kerap digunakan untuk support bencana, transportasi personel, misi internasional, dan beragam jenis operasi lainnya. Berikut ini perincian soal spesifikasi dan keunggulannya:
1. Angkatan Darat Pasukan Bela Diri Jepang (JGSDF)
Model: CH-47J / CH-47JA
Fungsi: Helikopter angkut dan multiguna
Jumlah unit: Sekitar 49 unit
Kecepatan maksimum: 150 / 140 knot
Kapasitas: 3 orang kru dengan kapabilitas angkut hingga 55 orang penumpang
Ukuran: Panjang 15,9 meter dan lebar 3,8 / 4,8 meter (tidak termasuk diameter rotor)
Mesin: Mesin dobel turboshaft (twin turboshaft)
2. Angkatan Udara Pasukan Bela Diri Jepang (JASDF)
Model: CH-47J
Fungsi: Helikopter angkut
Jumlah unit: Sekitar 15 unit
Kecepatan maksimum: 160 knot
Kapasitas: 5 orang kru dengan kapabilitas angkut hingga 48 orang penumpang
Ukuran: Panjang 15,9 meter dan lebar 4,8 meter
Mesin: Mesin dobel turboshaft
Tiba di Kalbar Buat Bantu Atasi Karhutla
Sebagaimana diketahui, kapal perang milik Jepang, JS Kunisaki, tiba di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa tiga helikopter jenis Chinook beserta kru untuk membantu penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Tiga helikopter Chinook tersebut bakal digunakan untuk mendukung pemadaman karhutla melalui sistem water bombing. Titik kebakaran nan dinilai paling parah bakal menjadi prioritas penanganan.
Untuk sementara, helikopter bakal ditempatkan di Pangkalan Udara Supadio di Kubu Raya sebelum dikerahkan menuju letak karhutla.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Laksamana Muda TNI Sawa mengatakan pihaknya membantu memastikan proses kehadiran dan penggunaan kapal serta peralatan dari Jepang melangkah lancar.
"Kalau kami dari Angkatan Laut memang membantu proses untuk kelancaran kelak untuk kekuatan prajurit nan bakal diturunkan, kemudian jumlah helikopter bombing nan bakal diturunkan," kata Sawa dilansir detikKalimantan.
Menurut Sawa, satu kapal Jepang disiapkan untuk mendukung misi tersebut. Sebelum kapal tiba, tim survei telah lebih dulu datang untuk melakukan persiapan.
"Yang datang sebelumnya itu tim survei sebenarnya, bukan dari prajurit kapal," ujarnya.
(rdp/imk)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·