BGN Bakal Atur Konsumsi MBG Maksimal 4 Jam Setelah Dimasak

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers mengenai penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal memperketat standar operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai kasus keracunan MBG nan terjadi di Papua. Salah satu langkah nan diterapkan adalah memastikan makanan dikonsumsi tak lebih dari 4 jam setelah selesai dimasak.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi seluruh prosedur penyediaan makanan agar kejadian serupa tak terulang.

“Intinya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi, tidak boleh lagi," kata Sudaryono usai Rapat Koordinasi Terbatas Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam rangka perbaikan tata kelola MBG di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Hasil investigasi sementara terhadap kasus keracunan MBG nan terjadi di Papua menunjukkan makanan dimasak terlalu awal pada malam hari sebelum didistribusikan kepada siswa keesokan harinya.

“Mereka memulai masaknya itu kecepetan, jam tujuh malam di hari sebelumnya sudah mulai masak, sehingga diberikan jam sebelas," ujarnya.

Selain itu, BGN juga menemukan adanya siswa nan membawa pulang makanan MBG sehingga dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan. Kondisi tersebut diduga turut menyebabkan penurunan kualitas pada makanan.

“Ada beberapa laporan nan kami terima, ada anak nan membawa pulang MBG-nya. Harusnya disantap jam sebelas itu dimakan, dia dibawa pulang dimakan jam tiga, jam empat, jadi sudah rusak," kata Sudaryono.

Ia apalagi menyebut makanan tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh siswa, tetapi juga personil family di rumah sehingga ikut mengalami keracunan.

"Yang kemudian keracunan bukan hanya anaknya, tapi juga bapaknya alias saudaranya nan ikut makan itu ada," ujarnya.

Karena itu, BGN bakal memperketat standar waktu pengedaran makanan dari dapur hingga dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Kami mau memastikan semua pengiriman itu kapan matang sampai dengan dikonsumsi sesuai standar, tidak boleh lebih dari empat jam," kata Sudaryono.

Selain memperkuat pengawasan di dapur, BGN juga bakal menggencarkan edukasi di sekolah mengenai keamanan pangan. Guru bakal dilibatkan untuk mengingatkan siswa agar langsung mengkonsumsi makanan dan tidak membawanya pulang.

"Ini menjadi materi krusial di semua sekolah. Jangan sampai makanan ini dibawa pulang lantaran MBG tidak menggunakan pengawet, sehingga lebih sigap rusak, apalagi di wilayah dengan suhu nan panas," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan