Berusia 518 Juta Tahun, Fosil Laut Ini Ungkap Asal-usul Taring Laba-Laba(Science Alert)
TARING laba-laba nan sekarang menjadi salah satu karakter paling unik golongan arachnida rupanya mempunyai sejarah perkembangan nan jauh lebih tua dari kemunculan lelaba modern.
Para intelektual menemukan fosil arthropoda laut berumur sekitar 518 juta tahun nan memperlihatkan struktur menyerupai cikal bakal taring laba-laba.
Fosil tersebut berasal dari Urokodia aequalis, hewan laut purba nan hidup pada periode Kambrium di wilayah nan sekarang menjadi Provinsi Yunnan, Tiongkok.
Temuan ini menjadi salah satu petunjuk tertua mengenai gimana chelicerae, struktur di bagian depan tubuh nan pada lelaba berkembang menjadi taring, mulai berevolusi.
Penemuan tersebut diberitakan oleh Earth.com dan ScienceAlert berasas penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Nature.
Fosil Kecil dengan Struktur nan Mengejutkan
Urokodia merupakan hewan laut purba berukuran sekitar 2-3 sentimeter dengan tubuh memanjang dan bersegmen, puluhan kaki beruas, serta sepasang mata besar pada tangkai di bagian depan kepala.
Fosilnya ditemukan di biota Chengjiang, Yunnan, nan dikenal bisa mengawetkan perincian tubuh lunak hewan Kambrium.
Meski fosil Urokodia telah dikenal selama beberapa dekade, struktur mini di bagian depan tubuhnya baru terungkap melalui pemeriksaan menggunakan teknologi pemindaian sinar-X.
Pemindaian X-Ray Mengungkap “Cikal Bakal Taring”
Penelitian nan melibatkan intelektual dari Yunnan University, Tiongkok, dan University of Leicester, Inggris, menggunakan tomografi sinar-X untuk merekonstruksi bagian tubuh Urokodia nan terawetkan di dalam batu.
Hasilnya menunjukkan sepasang personil tubuh mini menyerupai capit di belakang mata, nan terdiri dari beberapa ruas dan dapat bergerak seperti penjepit.
Para peneliti menduga struktur ini merupakan corak awal chelicerae, pasangan personil tubuh pertama pada golongan chelicerata nan pada lelaba modern berkembang menjadi taring untuk menangkap dan melumpuhkan mangsa.
Lebih Tua dari Bukti Taring Sebelumnya
Penemuan Urokodia memperpanjang catatan fosil mengenai asal-usul chelicerae, dengan usia sekitar 14 juta tahun lebih tua dibandingkan salah satu bukti sebelumnya, Megachelicerax cousteaui.
Fosil ini memberikan gambaran lebih awal tentang perubahan personil tubuh arthropoda menjadi struktur pencapit nan kemudian menjadi karakter unik chelicerata.
Meski belum menyerupai chelicerae modern, personil tubuh Urokodia sudah lebih pendek dan kompak, sehingga menjadi petunjuk krusial dalam memahami tahapan perkembangan struktur tersebut.
Dari Senjata Laut Purba Menjadi Taring Laba-Laba
Evolusi berjalan selama jutaan tahun, ketika struktur tubuh nan awalnya berfaedah untuk menggenggam perlahan berubah menjadi chelicerae dengan beragam kegunaan pada golongan chelicerata modern.
Pada kepiting tapal kuda dan kalajengking, struktur ini membantu menangani makanan, sementara pada caplak digunakan untuk menusuk kulit inang.
Pada laba-laba, chelicerae berkembang menjadi taring untuk menangkap dan melumpuhkan mangsa, sehingga taring lelaba rupanya mempunyai jejak perkembangan nan dapat ditelusuri hingga arthropoda laut mini nan hidup lebih dari separuh miliar tahun lalu.
Temuan Urokodia membantu intelektual memahami perkembangan golongan chelicerata nan sekarang mencakup laba-laba, kalajengking, tungau, caplak, dan kepiting tapal kuda.
Fosil ini menunjukkan bahwa perubahan perkembangan berjalan bertahap, dari personil tubuh sederhana pada hewan laut Kambrium hingga struktur dengan kegunaan berbeda pada keturunannya.
Bagi paleontolog, Urokodia menjadi petunjuk krusial untuk menelusuri perjalanan perkembangan dari capit mini hewan laut purba menjadi taring lelaba modern.
(Science Alert/Earth/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·