Surabaya, CNN Indonesia --
Upaya pemadaman kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur (Jatim) melalui jalur udara terkendala cuaca.
Kondisi awan rendah nan menyelimuti area Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo pada Kamis (20/8) membikin jarak pandang sangat terbatas, sehingga helikopter tidak bisa bermanuver untuk menjangkau titik api.
Ketua Tim Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Provinsi Jatim, Muhammad Amrul, membenarkan bahwa armada udara belum bisa difungsikan akibat hambatan alam tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi water bombing tetap belum dapat dilakukan lantaran jarak pandang terbatas oleh awan nan rendah," kata Amrul, Kamis (20/8).
Pemerintah Provinsi Jatim sebenarnya telah menyiagakan helikopter PK-DAP nan bisa membawa kapabilitas hingga satu ton air. Lantaran operasi udara tertahan cuaca, selama dua hari terakhir tim campuran terpaksa berjibaku melawan kobaran api secara manual.
"Tim campuran melakukan upaya pemadaman kebakaran melalui jalur darat menggunakan metode gepyok," tuturnya.
Meski demikian, metode gepyok darat ini belum bisa melangkah maksimal. Berdasarkan hasil pantauan, titik-titik api menyebar di area nan cukup terjal dan susah ditembus oleh personel, khususnya di wilayah Gunung Kembar 2 dan sekitar Lengkean alias Lapangan Kotak.
Demi memutus rantai api, petugas sekarang memusatkan tenaga dan strategi untuk melakukan penyisiran langsung ke sejumlah rute rawan agar kebakaran tidak semakin meluas.
"Tim campuran tengah konsentrasi melaksanakan penyisiran melalui jalur darat dengan rute Gunung Kembar 1, Gunung Kembar 2, Lapangan Kotak, hingga menuju area Gunung Arjuno," jelasnya.
Sebagai upaya percepatan penanganan, seluruh personel campuran terus menjalin koordinasi intensif dengan UPT Tahura R Soerjo untuk merancang beragam skema operasi nan paling efektif di tengah sulitnya medan.
Amrul menambahkan, di kembali besarnya skala kebakaran ini, tidak ada penduduk maupun petugas nan menjadi korban. Terkait kerusakan lahan, pihak berkuasa tetap terus melakukan kalkulasi kerugian ekologi.
"Hingga saat ini, belum terdapat korban jiwa nan dilaporkan. Untuk total luas nan terdampak kebakaran tetap dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," tandasnya.
(frd/dal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·