Bertemu Presiden Timor Leste, Megawati Singgung Ancaman Pemanasan Global di RI

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta berbareng Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Menteng, Jakarta Pusat, (28/8). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyoroti ancaman perubahan suasana dan pemanasan dunia saat berjumpa Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, serta sejumlah penerima Nobel dan penerima penghargaan Turing di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8).

Dalam sambutannya, Megawati menilai akibat perubahan suasana semakin nyata sehingga perlu menjadi perhatian serius. Ia mengatakan persoalan tersebut tidak hanya berangkaian dengan lingkungan, tetapi juga berakibat terhadap kehidupan masyarakat.

“Perubahan suasana semakin nyata dampaknya. Sekarang ini kita betul-betul kudu memfokuskan diri mengenai global warming,” kata Megawati.

Megawati turut menyinggung sejumlah kejadian nan terjadi di Indonesia, mulai dari gempa dan banjir hingga kejadian turunnya salju di wilayah Papua nan disebutnya sebagai anomali.

“Indonesia pada saat ini sedang berada di dalam sebuah kesedihan lantaran kami mengalami ada gempa, ada banjir, dan juga nan asing di suatu tempat di Papua, turun salju,” ujarnya.

Megawati saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026). Foto: PDIP

Menurut Megawati, perubahan suasana dan kerusakan ekologi telah memberikan akibat langsung terhadap beragam sektor kehidupan masyarakat Indonesia.

“Bagi Indonesia, ini bukan persoalan nan abstrak. Perubahan suasana dan kerusakan ekologi berpengaruh langsung terhadap hutan, laut, pertanian, kesiapan pangan, kesehatan, dan kehidupan jutaan rakyat,” katanya.

Megawati kemudian mencontohkan kondisi lapisan es di area Grasberg, Papua. Dia menyebut area nan sebelumnya dipenuhi salju tersebut sekarang mengalami pencairan.

“Di Indonesia ini ada sebuah keunikan. Kami punya gunung namanya Grasberg, itu tadinya penuh dengan salju. Tetapi sekarang makin meleleh,” ujar Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga meminta para intelektual dan penerima penghargaan Nobel turut memberikan kontribusi terhadap persoalan dunia nan dihadapi manusia, termasuk perubahan suasana dan ketahanan pangan.

“Jadi, bagi para penerima Nobel dan intelektual punya tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Misalnya tadi soal iklim. Pangan juga mengenai geopolitik. Harus ada kontribusi impact terhadap persoalan nan terjadi sekarang ini,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan