Tim Petugas Haji Daerah Kabupaten (PHD) Brebes.(Dok PHD Brebes)
RANGKAIAN ibadah haji tahun 1447 H/2026 M bagi jemaah asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berjalan sukses dan penuh khidmat. Kepulangan jemaah ke Tanah Air mulai dilakukan secara berjenjang mulai Kamis (5/6/2026).
Seluruh prosesi ibadah, mulai dari persiapan di Tanah Air, mobilisasi menuju Madinah dan Mekah, hingga puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Data Jemaah dan Kepulangan
Tim Petugas Haji Daerah (TPHD) Kabupaten Brebes, Azmi Asmuni Majid, memaparkan info penyelenggaraan haji tahun ini. Dari total kuota awal sebanyak 1.294 jemaah, terdapat 4 jemaah nan kandas berangkat lantaran terkendala aspek istitha’ah (kesehatan).
"Dari 1.290 jemaah nan diberangkatkan, sebanyak 5 jemaah wafat di Tanah Suci. Dengan demikian, sebanyak 1.285 jemaah haji asal Brebes bakal kembali ke tanah air mulai hari ini, Kamis (4/6), melalui beberapa golongan terbang (kloter) di Embarkasi Solo," ujar Azmi Majid, melalui keterangan resmi, Kamis (4/6)
Azmi menambahkan keberhasilan ini merupakan buah dari persiapan matang Pemerintah Kabupaten Brebes, Forum Penyelenggara Ibadah Haji (FPIH), Kemenhaj Brebes, serta KBIHU, mulai dari manasik hingga pemantapan administrasi.
Apresiasi atas Kepemimpinan dan Sinergi
Kesuksesan ini mendapat apresiasi beragam pihak atas perhatian besar dari Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, nan memberikan atensi sejak tahap persiapan hingga kepulangan. Komitmen Pemerintah Kabupaten/Pemkab Brebes dalam memastikan akomodasi, transportasi, dan pendampingan jemaah menjadi kunci kenyamanan jemaah.
"Dukungan pemerintah wilayah sangat terasa, tidak hanya saat pelepasan, tetapi hingga koordinasi teknis di lapangan. Ini bentuk nyata kepedulian ketua terhadap tamu-tamu Allah," ungkap Ketua FPIH Kabupaten Brebes, Subandi.
Senada dengan perihal tersebut, Plt Kemenhaj Kabupaten Brebes, Nizam Baiquni, menyoroti dedikasi tinggi para Petugas Haji Daerah (PHD) dan PPIH Kloter (Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, dan Tenaga Kesehatan). "Selama 24 jam penuh, para petugas menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan nan manusiawi dan profesional," terang Nizam.
Peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) juga dinilai krusial. Menurut Pembimbing Ibadah Haji, Ratoni, kehadiran KBIHU memberikan ketenangan psikologis serta pedoman manasik nan tepat bagi jemaah.
Hasil Kerja Kolektif
Kelancaran operasional di Tanah Suci juga didukung oleh sinergi dengan PPIH Embarkasi/Debarkasi Solo serta PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Makkah. Ketua Kloter SOC-8, Karwono, menegaskan bahwa koordinasi nan terintegrasi memastikan jasa kesehatan, konsumsi, dan perlindungan jemaah terpenuhi secara optimal.
Di akhir laporannya, Azmi Majid—yang didampingi tim medis TKHI Naely Sofia, Gandar Apriliyandi, dan seluruh TPHD Kabupaten Brebes, M Nasikhi, Supardi, M Fajar Mukharram, Afaf Najibah, Poniran , Edi Wantoro —menyampaikan angan agar kesuksesan ini menjadi momentum peningkatan kualitas jasa haji di masa depan.
"Harapan besar kami, para jemaah kembali ke tanah air dengan selamat dan meraih predikat haji mabrur serta hajjah mabruroh, nan nantinya bakal membawa akibat positif bagi pembangunan adab dan semangat sosial di Kabupaten Brebes," pungkas Azmi Majid. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·