Jakarta - Perayaan Hari Buruh alias May Day di area Monas, Jakarta Pusat, membawa berkah bagi para pedagang. Salah satunya dirasakan Slamet (56), pedagang roti nan dagangannya ludes dalam waktu singkat.
Slamet mengaku membawa sekitar 300 pangkas roti untuk dijual di area Monas. Tak disangka, seluruh dagangannya lenyap hanya dalam waktu dua jam.
"300 pcs ini udah habis. Dari jam 8 pagi tadi, ya 2 jam lah sampai jam 10 abis," kata Slamet saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).
Menurut Slamet, momen keramaian seperti May Day memang menjadi kesempatan bagi pedagang untuk meraup keuntungan. Dia biasanya berdagang di letak ramai saat akhir pekan alias saat ada aktivitas besar.
"Kalau nggak ada acara, saya jual beli di pasar, halte, alias stasiun. Tapi jika ada aktivitas kayak gini ya pasti ke sini, ramai," ujarnya.
Dia menyebut, kehadiran ribuan pekerja nan memadati Monas membikin dagangan para pedagang sigap terjual. Bahkan dia menilai momen seperti ini sangat membantu perekonomian pedagang kecil.
"Wah sangat berkah sih buat pedagang. Apalagi nan jarang ke sini jadi pada datang semua (pedagangnya). Memang sangat bermanfaat," tuturnya.
Roti nan dijual Slamet merupakan buatan rumahan. Dia dibantu keponakan nan memproduksi roti dengan isian pisang, olesan madu, dan taburan keju.
"Homemade, ponakan nan bikin di rumah. Isinya pisang, luar dioles madu, tabur keju, dipanggang," jelasnya.
Meski nilai bahan baku mengalami kenaikan, Slamet tetap mempertahankan nilai jual Rp 5.000 per tiga potong. Dia menyiasati dengan mengecilkan ukuran agar tetap terjangkau pembeli.
"Bahan naik sekitar 30 persen. Jadi ukurannya agak dikecilin. Kalau nilai diturunin malah susah kembalian, jadi tetap Rp 5.000 dapet 3," ucapnya.
Dalam sehari, Slamet bisa meraup untung bersih hingga Rp 300 ribu. Dia biasanya mulai berdagang sejak tengah malam, menyasar pasar hingga stasiun sebelum akhirnya berdagang di letak keramaian.
"Kalau sehari bisa sampai Rp 300 ribu bersih. Saya dari jam 12 malam udah keluar, keliling dulu baru pagi ke stasiun," katanya. (bel/idn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·