Jakarta -
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan bumi saat ini memerlukan kepemimpinan teknokratis nan berwawasan ecology.
"Dunia hari ini menghadapi masalah nan tidak mengenal pemisah negara. Climate change, food security, energy transition, artificial intelligence, kejahatan lingkungan, dan beragam persoalan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan oleh satu negara sendirian," ujar Sultan, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).
Hal ini disampaikan Penulis Buku Green Democracy itu saat menyampaikan keynote speech pada aktivitas pembekalan mahasiswa baru President University di Cikarang, Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan tidak mau hanya memberi tantangan kepada mahasiswa dengan 'One dunia Problem'. Meskipun President University adalah dunia campus, tapi dalam pengabdian kudu memandang persoalan di sekitar dengan local action. Sultan mengatakan bahwa tantangannya bakal lebih besar tapi sederhana ialah 'One Student, One local Problem'.
"Pilih satu masalah wilayah nan betul-betul kalian pedulikan. Pelajari akar masalahnya. Temukan gimana teknologi, bisnis, pengetahuan pengetahuan, kebijakan, dan kerjasama dapat menjadi bagian dari solusinya," tambahnya.
Sultan menegaskan untuk tak hanya datang dengan membawa gelar, tapi dengan memberikan solusi.
"Jangan hanya bertanya, 'What job will I get?' Mulailah bertanya, 'What problem can I solve?," ujarnya.
Kepada sekitar 2000-an Mahasiswa Baru President University, ketua DPD RI ke-6 itu mengingatkan bahwa tiga tahun dari sekarang, dia berambisi para Mahasiswa Baru President University tidak hanya keluar dengan ijazah. Tapi tanggung jawab sebagai pemimpin muda.
Sultan juga mengatakan harapannya kepada Mahasiswa Baru President University, untuk lulus dengan membawa tiga keahlian mendasar.
"Harapan saya bagi setiap dari kalian adalah agar kalian lulus dari universitas ini dengan membawa tiga keahlian mendasar. Pertama, keahlian untuk memahami dunia. Kedua, keberanian untuk menyelesaikan beragam permasalahannya. Ketiga, komitmen untuk menciptakan akibat nan berarti dan berkelanjutan.," tegasnya.
"Mahasiswa Baru President University hari ini adalah pemimpin di masa depan. 10 alias 15 tahun lagi Kalian bakal menjadi Kepala Daerah, Menteri personil Parlemen apalagi ada nan menjadi Presiden," pungkasnya.
(prf/ega)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·