Ketua OJK Minta Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Hari Pertama Kerja

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Ketua OJK Minta Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Hari Pertama Kerja

Ketua OJK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri biaya pensiun untuk segera merespons pergeseran demografi menuju era penuaan populasi serta melimpahnya angkatan kerja nasional sebagai sinyal ekspansi bisnis. 

Ceruk pasar nan berasal dari lebih dari 150 juta tenaga kerja produktif dinilai sebagai potensi pertumbuhan masif nan belum tergarap optimal oleh para pelaku industri.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menekankan soal pergeseran struktur demografi nasional sekarang kian nyata seiring melonjaknya populasi lanjut usia nan melangkah berbarengan dengan melimpahnya golongan tenaga kerja produktif. 

Pengelola biaya pensiun lantas didorong menangkap momentum dividen demografi ini sebagai kesempatan emas ekspansi upaya sebelum beban penuaan masyarakat kian menekan perekonomian.

"Indonesia saat ini memasuki fase aging population dengan proporsi lansia mencapai 11,97 persen, melampaui periode pemisah penanda masyarakat menua dan diproyeksikan menembus 20,31 persen pada 2045. Di sisi lain, kita mempunyai dividen demografi dengan 68,94 persen masyarakat usia produktif, nan menjadi jendela kesempatan sangat krusial untuk mendorong mereka mempersiapkan pensiun sejak awal sebelum tekanan demografi semakin besar," urai Friderica dalam Indonesia Pensiun Fund Summit, di Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Kata wanita nan berkawan disapa Kiki ini memaparkan, keahlian industri biaya pensiun sebenarnya menunjukkan lintasan pertumbuhan nan konsisten. Jumlah peserta program tercatat naik dari 27,27 juta orang pada 2022 menjadi 30,67 juta orang per Juli 2026, dengan total akumulasi aset mencapai sekitar Rp1.699 triliun.

Meski pertumbuhan nilai aset dan jumlah kepesertaan terus mendaki, cakupan perlindungan hari tua nyatanya tetap sangat minim jika dikomparasikan dengan skala angkatan kerja Indonesia nan telah melampaui 150 juta jiwa. 

Lebarnya jarak penetrasi tersebut dinilai menjadi sinyal pasar nan sangat menjanjikan bagi pelaku industri untuk melipatgandakan portofolio pengguna baru.

"Kalau kita lihat persentasenya dibanding jumlah angkatan kerja nan saat ini sudah lebih dari 150 juta orang, porsinya tetap sangat kecil. Ruang pertumbuhannya tetap sangat luas, sehingga industri ini menyimpan potensi upaya luar biasa besar nan bisa digarap bersama," jelas Kiki.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑