Benny K Harman Minta Maaf ke Wartawan soal Ucapan ‘Otak Kamu Ada Gak’

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Anggota Komisi III DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K Harman menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan mengenai pernyataannya saat memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

Benny menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikannya setelah sejumlah wartawan kembali menanyakan apakah SBY bakal menghadiri agenda kenegaraan tersebut. Padahal, menurut Benny, sebelumnya dia telah menjelaskan bahwa SBY sedang menjalani check-up di Amerika Serikat hingga akhir Agustus.

“Ya, saya ngomong itu sebetulnya kan begini, tadi kan saya ditanya apakah Bapak Presiden Indonesia nan ke-6 bakal datang aktivitas pidato Presiden Tahunan. Saya menyampaikan bahwa Bapak Presiden ke-6 saat ini lagi menjalani check up di Amerika. Besar kemungkinan sampai akhir bulan,” kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8).

Benny mengatakan kondisi tersebut membikin SBY tidak dapat menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

“Oleh karena itu, tentulah beliau tidak berkesempatan, tidak bisa menghadiri aktivitas kenegaraan ini. Ya, itu sebetulnya itu intinya, sudah jelas. Lalu tadi teman-teman bertanya lagi, ‘Berarti Bapak Presiden nanti, Presiden ke-6 Bapak SBY apakah datang alias tidak hadir?’ Ya, ya jika beliau sampai di sana akhir bulan ya otomatis lah beliau tidak bisa hadir, kan begitu,” jelasnya.

Menurut Benny, setelah menjelaskan perihal tersebut, dirinya menganggap pertanyaan mengenai kehadiran SBY sudah selesai. Ia pun kemudian melontarkan pernyataan nan menyinggung wartawan.

“Itu sudah selesai, kan begitu, ah. Lalu selesai begitu, saya bilang, ah ini jika tanya mesti pakai otak lah sedikit wartawan ini ya. Jangan sudah dijawab ya ditanya lagi, ditanya lagi itu. Tapi itu bukan konteksnya,” katanya.

Benny kemudian menyampaikan permintaan maaf andaikan pernyataannya tersebut membikin wartawan merasa tersinggung.

“Jadi saya minta maaf jika tadi terasa tersinggung berarti, tapi nggak ada soal nan lebih lah gitu, jadi itu bukan rumor utamanya ya,” ucapnya.

“Ya biasalah itu, orang lain bilang dungu. Kalau saya dibilang dungu sama orang, ya jika saya dungu ya memang saya salah ya saya. Tapi itu bukan esensi,” sambung dia.

Sebelumnya, Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) mengecam pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny K. Harman nan dinilai merendahkan pekerjaan wartawan saat memberikan keterangan mengenai ketidakhadiran Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama MPR, DPR, dan DPD.

Adapun Benny K. Harman menyampaikan bahwa SBY tidak menghadiri agenda kenegaraan tersebut lantaran tetap menjalani pemeriksaan kesehatan alias check-up di Amerika Serikat hingga akhir Agustus.

Pernyataan itu disampaikan Benny saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam sesi tanya jawab, seorang wartawan menanyakan kembali mengenai ketidakhadiran SBY pada 17 Agustus. Benny kemudian merespons dengan kalimat nan dinilai merendahkan wartawan.

“Woi, kau, otak Anda ada gak. Saya jelaskan gitu kok. Iya kan. Kalau dia sudah check up di sana sampai akhir bulan kok tetap nanya lagi, banyak wartawan nan aneh-aneh sekarang ini,” ujar Benny.

Wakil Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Erwin Siregar menyayangkan sekaligus mengecam pernyataan tersebut.

“Kami menyayangkan dan mengecam pernyataan nan merendahkan dari Pak Benny K. Harman,” kata Erwin.

KWP meminta Benny K. Harman memberikan permintaan maaf secara pribadi kepada wartawan nan berkepentingan maupun kepada publik atas pernyataan tersebut.

“Kami meminta Pak Benny K. Harman meminta maaf secara pribadi kepada wartawan nan berkepentingan dan juga kepada publik,” tegas Erwin.

“Jika tidak ada permintaan maaf, kami bakal melaporkan persoalan ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD),” kata Erwin.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan