Benjamin Netanyahu Tegaskan Bakal Maju Lagi di Pemilu Israel

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Benjamin Netanyahu Tegaskan Bakal Maju Lagi di Pemilu Israel PM Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilu mendatang meski dihujani kritik atas kepemimpinan perangnya.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan niatnya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum nan dijadwalkan berjalan akhir tahun ini. Pengumuman ini disampaikan di tengah gelombang kritik domestik nan tajam mengenai kepemimpinannya selama masa perang.

Netanyahu, nan memegang rekor sebagai perdana menteri dengan masa kedudukan terlama di Israel, telah memimpin negaranya melewati tiga tahun perang di beragam lini nan saling terhubung. Di saat nan sama, pemimpin veteran ini juga sedang menjalani persidangan atas kasus korupsi nan menjeratnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, posisi Netanyahu kian tertekan oleh para pemimpin oposisi. Mereka menuduhnya kandas mencapai tujuan perang nan telah ditetapkan sejak serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 lalu.

Meski didera tekanan politik nan hebat, Netanyahu menyatakan optimismenya dalam sebuah konvensi pers nan disiarkan di televisi. Ini merupakan komentar pertamanya setelah Washington dan Teheran menyepakati perjanjian untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, nan sebelumnya dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.

"Saya bakal maju dalam pemilihan umum dan beriktikad untuk menang," ujar pemimpin veteran tersebut.

Langkah politik Netanyahu ini diambil di tengah situasi dalam negeri nan memanas. Pada hari Senin, beragam tokoh politik Israel dari lintas spektrum ramai-ramai mengecam perjanjian AS-Iran tersebut, dengan argumen bahwa kesepakatan itu tidak bakal melindungi kepentingan negara mereka.

Mantan Perdana Menteri Israel sekaligus salah satu pesaing utama dalam pemilu mendatang, Naftali Bennett, turut memberikan kritik kerasnya terhadap kesepakatan tersebut.

"Ini menandai titik kembali nan rawan bagi keamanan Israel," kata Bennett.

Sebelumnya pada bulan Juni, partai sayap kanan Likud nan menaungi Netanyahu telah menyatakan bahwa laki-laki berumur 76 tahun tersebut memang bakal kembali mengejar masa kedudukan berikutnya. Berdasarkan jadwal, pemilihan umum Israel kudu diselenggarakan paling lambat akhir Oktober mendatang.

Pernyataan resmi ini keluar setelah Presiden AS Donald Trump sempat mempertanyakan secara terbuka apakah sekutu dekatnya tersebut bakal kembali berkompetisi dalam pemilu.

Selain menghadapi dinamika politik nan rumit dan telah menjabat sebagai perdana menteri selama nyaris dua dasawarsa dalam beberapa periode, Netanyahu belakangan ini juga kudu berjuang melawan sejumlah masalah kesehatan. Awal tahun ini, dia mengungkapkan bahwa tim master telah sukses mengangkat tumor galak stadium awal berukuran mini dari prostatnya. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia