Runtuhnya Bendungan Gleno (The Gleno Dam Disaster) di Bergamo menjadi salah satu tragedi nan paling membekas dalam akal penduduk Italia. Pasalnya, waduk ini runtuh ketika baru dibangun dan menewaskan ratusan orang.
Dikutip dari tulisan Lorenzo Migliorati dari Departemen Manajemen, University of Bergamo, Italia nan tayang pada jurnal Italian Sociological Review, tragedi ini terjadi pada 1 Desember 1923. Tepatnya pukul 07.15 pagi di Provinsi Bergamo, wilayah Pegunungan Alpen, Italia utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bendungan ini baru saja dibangun. Air baru terisi penuh pada Oktober 1923. Tapi siapa sangka, waduk secara tiba-tiba runtuh. Akibatnya sekitar enam juta meter kubik nan telah ditampung pun meluber.
Aliran air dan material nan sangat besar tersebut meluncur deras ke arah lembah di bawahnya (Val di Scalve). Air menyapu bersih desa-desa nan dilaluinya, termasuk Bueggio, Dezzo di Scalve, Angolo, hingga Darfo Boario Terme, apalagi kekuatannya meluas hingga ke Danau Iseo dan wilayah dataran rendah.
Dalam catatan resmi, sekitar 356 orang tewas dari total populasi wilayah terdampak nan berkisar 10.000 penduduk. Namun, ada beberapa perkiraan menyebut total korban jiwa sebenarnya mencapai sekitar 500 orang.
Kerugian bentuk akibat musibah ini ditaksir mencapai sekitar 7 juta lira pada masa itu (atau setara dengan sekitar 15 juta euro.
Penyebab Runtuhnya Bendungan
Meskipun sempat muncul asumsi politik nan belum terbukti mengenai sabotase peledak oleh golongan "anarkis" lantaran situasi politik di bawah rezim Benito Mussolini, penyebab utama nan diyakini adalah lantaran kelalaian perencana konstruksi.
Lemahnya pengawasan oleh lembaga-lembaga institusional nan berkuasa dan kelalaian lainnya diduga menjadi penyebab utama tragedi ini. Runtuhnya waduk tersebut menjadi salah satu catatan sejarah musibah kontruksi di Italia.
(rdp/imk)
26 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·