
Ilustrasi duck syndrome. (Foto: dok Freepik)
JAKARTA - Fenomena Duck Syndrome memang kerap terjadi dalam lingkungan sosial. Kondisi psikologis ini tak menyerang kalangan alias generasi tertentu, meskipun sekarang Gen Z terlihat lebih rentan terkena Duck Syndrome.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Elli Misnawati, Sp.KJ dalam sebuah siniar menyebut bahwa Gen Z adalah orang-orang nan lahir di masa pengetahuan pengetahuan, teknologi, industri, internet media sosial sedang berkembang dengan pesat.
“Jadi dengan kemajuan teknologi, media sosial, memberikan suatu kebebasan nan lebih besar, tapi di samping itu juga bisa menimbulkan tekanan sosial nan lebih tinggi terhadap orang-orang nan berada di periode Gen Z ini. Tentu, dampaknya itu bisa mempengaruhi pola tumbuh alias pola pikir dari orang-orang nan hidup alias dilahirkan di periode Gen Z,” ucapnya.
Namun, dia menegaskan bahwa Duck Syndrome ini tak hanya terjadi pada Gen Z, tetapi juga bisa terjadi pada seluruh kalangan. Gen Z hanya sedang tumbuh dalam masa nan berkembang di era teknologi digital, sehingga lebih mudah terpapar sindrom ini dibanding generasi lainnya.
Kapan Duck Syndrome Dikatakan Berbahaya?
Dokter Elli menyampaikan, Duck Syndrome belum masuk ke dalam kategori psikiatrik, sehingga tidak ada terapi khusus. Tetapi ada beberapa langkah nan bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom tersebut.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·