Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akibat pemotongan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) ke pengurangan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).
"Tergantung Pak kepala MBG, kepala BGN," kata Purbaya saat ditemui pewarta di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (26/5/2026).
"Tapi pada dasarnya jika makan nggak dipotong itu aja. Cuma untuk nan nggak perlu-perlu ya dibatasin, sehingga lebih terkendali," lanjutnya.
Sebelumnya Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah bakal kembali melakukan pengematan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam konvensi pers APBN KITA, di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).
Menurut Purbaya, realisasi anggaran MBG telah mencapai Rp 75 triliun alias 22,4% dari total keseluruhan kebutuhan anggaran. Adapun, sesuai dengan pengarahan Presiden, efisiensi MBG telah dilakukan dan sementara ini mencapai Rp 268 triliun. Anggaran ini dipangkas dari semula Rp 335 triliun nan semua ditetapkan tahun ini.
"Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan presiden sehingga biaya BGN (Badan Gizi Nasional) bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut," kata Purbaya, dilansir Selasa (26/5/2026).
Sayangnya, Purbaya tidak menjabarkan perihal penghematan MBG lanjutan tersebut. Tetapi pada prinsipnya, dia menjelaskan Presiden mau MBG bisa melangkah dengan baik dan efektif dalam memberi makanan bergizi bagi murid-murid sekolah. Dia hanya memastikan dengan serapan Rp 75 triliun per akhir April 2026, maka penerima MBG saat ini telah mencapai 61,96 juta penerima dengan 27.952 SPPG.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·