Pembenahan kesalahan penyaluran subsidi BBM dapat menghemat hingga Rp200 triliun: DEN.
, JAKARTA, – Indonesia berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp200 triliun per tahun jika sukses menghilangkan kesalahan inklusi dalam penyaluran subsidi BBM. Hal ini diungkapkan oleh personil Dewan Energi Nasional (DEN), M. Fadhil Hasan, di Jakarta pada Kamis (25/6).
Fadhil menegaskan bahwa reformasi model pengedaran subsidi saat ini bakal membuka ruang fiskal nan sangat besar. Dana hasil penghematan tersebut dapat dialihkan untuk membiayai program perlindungan sosial dan kesejahteraan publik nan lebih tepat sasaran.
"Dana ini kemudian dapat digunakan untuk perlindungan sosial dan program publik lainnya," ujar Fadhil.
Ketimpangan Distribusi Subsidi
Menurut Fadhil, kesalahan inklusi terjadi ketika support negara justru dinikmati oleh perseorangan nan tidak memenuhi kriteria masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyoroti ketidakseimbangan nan parah dalam kerangka subsidi saat ini.
Data menunjukkan bahwa 20 persen masyarakat terkaya justru menerima lebih dari 50 persen total subsidi bahan bakar dan kompensasi pemerintah. Lebih rinci, 10 persen masyarakat terkaya menerima subsidi BBM senilai Rp2,5 juta per kapita setiap tahunnya.
Sebaliknya, 10 persen masyarakat termiskin hanya menerima Rp50.000 per kapita per tahun melalui skema subsidi dan kompensasi gabungan. Fadhil mengkritik sistem ini sebagai tidak setara lantaran subsidi nan awalnya ditujukan untuk melindungi rumah tangga miskin justru dinikmati secara tidak proporsional oleh penduduk kaya.
Skema Subsidi Tertutup
Fadhil menekankan bahwa pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempunyai tanggung jawab berbareng untuk mengurangi alias menghilangkan kesalahan struktural ini. Sebagai solusi, dia merekomendasikan perombakan sistem pengedaran dengan mengganti subsidi komoditas terbuka menjadi pendekatan nan lebih tertarget.
"Saya percaya kita kudu menerapkan skema subsidi tertutup alias mengintegrasikan sistem pengedaran dengan info sosial ekonomi terbaru," pungkas Fadhil.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·