IHSG ditutup menguat di level 5.999,04 alias menguat 1.96 persen pada perdagangan Kamis (25/6). Pada perdagangan hari ini (24/6), IHSG diproyeksi bakal bergerak pada level 5.850 sampai 6.100.
Adapun analis Phintraco Sekuritas juga menyebut ada beberapa aspek positif nan membikin IHSG menguat sebelumnya.
“Diperkirakan IHSG bakal bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.100 di perdagangan Jumat (26/6),” tulis Phintraco.
Phintraco menilai berlanjutnya koreksi nilai minyak mentah mendekati level USD 70 per barel untuk minyak Brent (25/6) menjadi salah satu aspek positif untuk IHSG lantaran mengurangi tekanan bakal pelebaran defisit APBN 2026 dan diharapkan dapat meredam laju inflasi lebih lanjut.
Selain itu, aspek positif lainnya adalah Kemenkeu sudah memastikan biaya Saldo Anggaran Lebih (SAL) nan sebelumnya ditempatkan di bank BUMN mulai dikembalikan kepada Pemerintah secara bertahap.
Sebelumnya, Menteri Keuangan menempatkan biaya SAL sebesar Rp 200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan sejak September 2025. Terdapat lima bank nasional nan dikucurkan biaya tersebut untuk mendukung likuiditas ialah BMRI, BBNI, BBRI, BBTN dan BRIS. Kemudian penempatan biaya tersebut ditambah Rp 100 triliun menjadi Rp 300 triliun.
“Penarikan ini mengindikasikan Pemerintah memerlukan biaya lebih dalam membiayai pengeluarannya. Jika penarikan tersebut dilakukan secara berjenjang diperkirakan tidak bakal mengganggu likuiditas perbankan,” tulis Phintraco.
Adapun beberapa saham nan bisa diperhatikan menurut Phintraco hari ini adalah DEWA, MDKA, AMRT, BRIS dan BUKA.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas IHSG tetap mempunyai dua kemungkinan ialah koreksi dan penguatan jangka pendek. Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan tetap berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv].
“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.847, adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 6.060-6.120,” tulis MNC Sekuritas.
Adapun beberapa saham nan bisa diperhatikan menurut MNC Sekuritas hari ini adalah MAPA, MEDC, UNTR dan UNVR.
**********
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan rayuan untuk membeli, menahan, alias menjual produk investasi tertentu.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·