BEM Bersatu Sebut Tiyo Ardianto Diduga Dekat dengan PDIP-Eks Timses Ganjar

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto. Foto: instagram @tiyoardianto_

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga terdapat keterlibatan tokoh politik praktis di kembali tindakan mahasiswa nan menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan tersebut salah satunya didasarkan pada kedekatan ketua aksi, Tiyo Ardianto, dengan sejumlah tokoh nan mempunyai keterkaitan dengan PDI Perjuangan dan tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah indikasi nan menurut mereka patut dicermati publik.

"Kedua, kami memandang indikasi kuat keterlibatan tokoh politik praktis dalam aktivitas ini. Salah satu ketua aksi, Tiyo Ardianto, diduga mempunyai kedekatan dengan jaringan politik tertentu," kata Rahmat dalam bertemu pers, Selasa (16/6).

"Mobil Fortuner nan digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, nan merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," sambungnya.

Menurut Rahmat, indikasi keterkaitan tersebut juga terlihat dari agenda nan bakal dihadiri Tiyo Ardianto berbareng sejumlah tokoh nan selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah.

"Keterkaitan tersebut juga diperkuat oleh kehadiran Tiyo Ardianto dalam Dialog Nasional Kebangsaan nan bakal dilaksanakan di Bandung pada tanggal (18 Juni 2026) mendatang, berbareng dengan sejumlah tokoh seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Dalam forum nan sama, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso juga tercatat hadir, menunjukkan adanya jejaring nan patut dicermati," ujar Rahmat.

BEM Bersatu menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian lantaran aktivitas mahasiswa semestinya tetap independen dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis.

Mereka juga mempertanyakan kenapa program MBG nan dinilai berakibat langsung kepada masyarakat justru menjadi sasaran penolakan.

"Kami mempertanyakan prioritas rumor nan diangkat. Di tengah kebutuhan mendasar masyarakat, perhatian justru tersedot pada rumor nan tidak menjadi urgensi utama. Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis nan berakibat langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," kata Rahmat.

BEM Fakultas Bersatu menggelar bertemu pers mengenai aktivitas mahasiswa beberapa waktu terakhir di Komunitas Utan Kayu, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Karena itu, BEM Bersatu menegaskan penolakannya terhadap segala corak penungangan aktivitas mahasiswa oleh kepentingan politik.

"Kami, BEM Bersatu, menolak segala corak penungangan aktivitas mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Gerakan mahasiswa kudu tetap menjadi bunyi rakyat, bukan perangkat elite dalam perebutan kekuasaan," tegasnya.

BEM Bersatu juga mendesak agar aktivitas mahasiswa disterilkan dari pendanaan, fasilitas, dan segala corak intervensi politik praktis. Selain itu, mereka mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar program tersebut tepat sasaran dan akuntabel.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan