Belum Direstui Iran Lewat Hormuz, RI Kejar Minyak ke Amerika hingga Afrika

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Indonesia mengalihkan impor minyak dan LPG nan biasanya dari Timur Tengah, ke negara-negara lain nan tidak terdampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menyampaikan negara tersebut diantaranya ialah Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN. Adapun langkah ini merupakan bagian dari langkah menjaga pasokan daya nasional di tengah kondisi geopolitik nan tidak menentu.

"Kami mengalihkan sumber impor nan tadinya berasal dari negara Timur Tengah nan terkendala dengan masalah di Selat Hormuz menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia dan negara-negara di ASEAN," ujar Rizwi dalam rapat dengan Komisi XII DPR, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah lainnya nan dilakukan pemerintah dalam menjaga stok dan pasokan daya ialah, melakukan pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak. Hal ini ditandai dengan telah diterbitkannya Surat Pengaturan dari Ditjen Migas dan BPH Migas.

Kemudian, Kementerian ESDM menginstruksikan kepada seluruh K3S agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor.

"Artinya, produksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk lenyap minyak di dalam negeri," terang Rizwi.

Pemerintah juga mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri. Selanjutnya, Kementerian ESDM sedang melakukan pencarian LPG dari impor maupun produksi LPG dalam negeri. Di mana LPG nan selama ini dijual ke industri diupayakan untuk dialihkan untuk kebutuhan LPG 3 kg.

"Kami juga mengupayakan sumber-sumber LPG lain di negara-negara Asia dan ASEAN. Selain itu, kami juga menginstruksikan kepada kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran kepada Pertamina Patra Niaga nan tadinya produksinya dijual kepada industri, tapi kami memberikan usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga nan LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat," jelas Rizwi.

Rizwi menyampaikan dari langkah-langkah tersebut, dipastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG tetap aman. "Dapat kami tegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman," tutur Rizwi.

(hrp/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance