Beli Beras SPHP Dibatasi Maksimal 5 Pak

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah memastikan program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tidak mengalami kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, pembelian beras SPHP dibatasi dengan maksimal 25 kilogram (kg) per konsumen alias setara lima pak/kemasan ukuran 5 kg.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman nan juga Menteri Pertanian menegaskan nilai beras SPHP tetap tetap seperti sedia kala. Ini krusial lantaran beras SPHP merupakan intervensi penyeimbang nilai beras di pasar.

"Ada namanya SPHP. Itu beras nan untuk penyeimbang jika ada nan mau meningkatkan harga. Nah SPHP, kita tidak naikkan. Tetap harganya seperti sekarang," kata Amran dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai pemisah pembelian beras SPHP maksimal 25 kg per konsumen, Amran mengakui memang perlu tetap ada. Hal ini bermaksud untuk mengatasi kesempatan praktik penjualan kembali dengan pengemasan ulang beras ke merek jual beli jenis beras lainnya.

"Ini dibatasi lantaran ini adalah subsidi pemerintah agar jadi penyeimbang. Jadi ini pasti menurunkan harga. Kalau tidak dibatasi (bisa) diborong 1 truk, (lalu) dijual kembali," tambah Amran.

Adapun pemisah pembelian maksimal beras SPHP tersebut telah diatur dalam petunjuk teknis SPHP beras di tingkat konsumen tahun 2026 sebagaimana diatur Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 34 Tahun 2026. Bapanas menetapkan ketentuan terbaru mengenai jumlah pembelian maksimal beras SPHP di tingkat konsumen.

Masyarakat sebagai konsumen dapat membeli maksimal 5 bungkusan ukuran 5 kg dan tersedia pula pengganti bungkusan 2 kg dengan pembelian maksimal 2 kemasan. Beras SPHP nan telah dibeli pun dilarang keras untuk dijual kembali, lantaran ada unsur anggaran subsidi negara di dalamnya.

Target SPHP beras tahun ini adalah 828 ribu ton dengan anggaran subsidi nilai sebesar Rp 4,97 triliun telah tersedia di anggaran Bapanas. Perum Bulog diminta untuk dapat konsentrasi mendistribusikan beras SPHP ke wilayah nan bukan sentra produksi padi dan wilayah nan tidak sedang ada panen raya.

Adapun realisasi beras SPHP tahun 2026 nan telah digulirkan sejak Maret mulai bergerak positif sampai minggu ketiga April. Realisasi sepanjang Maret tercatat sebanyak 70,01 ribu ton. Sementara realisasi awal April sampai 23 April telah berada di nomor 69,85 ribu ton alias 99,77% nan sedikit lagi melampaui realisasi bulan sebelumnya.

Untuk mengatasi tantangan kesiapan bungkusan plastik dalam program beras SPHP, Bapanas telah membahas berbareng Bulog. Usulan penggunaan bungkusan beras SPHP stok tahun 2023-2025 sekitar 12,3 juta lembar dari Bulog dapat dilaksanakan sepanjang info kelas mutu, merek dagang, HET, dan info krusial lainnya tetap sesuai dengan produk di dalam bungkusan serta melalui pengawasan nan ketat.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance