Belanja Pajak Bakal Tembus Rp564 T, DJP Ungkap Penikmat Terbanyak

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mengungkapkan shopping sektor perpajakan di 2026 diprediksi melonjak tinggi seiring adanya insentif pajak nan diberikan oleh pemerintah.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan shopping perpajakan 2026 diprediksi meningkat dua kali lipat dari 2021, di mana saat itu angkanya mencapai Rp 293 triliun.

"Kita bisa lihat, dibandingkan dengan 2021 nan pada saat itu volume shopping pajak di Indonesia tetap mencapai Rp 293 triliun. Di 2026, potensinya bisa naik 2 kali lipat, ialah sekitar Rp 564 triliun," kata Yon di International Tax Conference, Rabu (16/9/2026).

Yon melanjutkan dari shopping pajak 2025 nan mencapai Rp 389 triliun, sebanyak 70% dialokasikan untuk sektor kebutuhan dasar dan UMKM

"Lebih dari 70% shopping pajak 2025 dialokasikan untuk kesejahteraan rumah tangga, sehingga menyisakan porsi nan lebih mini dan lebih terbatas untuk insentif nan berorientasi pada investasi," terang Yon.

Namun, tetap ada tantangan apakah insentif pajak nan diberikan sudah efektif menggerakkan sektor kebutuhan dasar dan UMKM.

"Saya rasa ini cukup menantang dari perspektif Indonesia, apakah insentif nan diberikan ke industri itu cocok alias tidak," ujar Yon.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News