Ini Alasan 2 Dirjen Kemenkeu Minta Mutasi Pejabat Dibatalkan

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Mutasi pejabat di jejeran Kementerian Keuangan beberapa waktu lampau membikin kegaduhan internal. Dua Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Keuangan diketahui meminta pembatalan perombakan pejabat nan dilakukan Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat Menteri Keuangan.

Seperti diketahui, Purbaya melakukan mutasi ratusan pejabat di Kementerian Keuangan pada Kamis, 10 September 2026. Adapun, kebanyakan perombakan menyasar Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai dan Ditjen Pajak.

Perombakan terjadi pada pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Namun, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama meminta kepada Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara agar mutasi besar-besaran itu dibatalkan.

Pasalnya, menurut Bimo, terdapat nama-nama 'ajaib' nan masuk usai perombakan tersebut.

"Itu kan usulan kita, rotasi, hanya memang ada beberapa nan nama-nama ajaib nan tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu nan membikin saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, lantaran sinyalnya nggak bagus bagi pasukan lain nan ikut susah payah, ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management," tegasnya.

Bimo menyatakan, para pejabat nan terindikasi melompati proses ini bakal langsung dibatalkan dari daftar perombakan dan dikembalikan ke posisi semula.

"Yang nggak memenuhi syarat tadi dibatalkan. nan lain-lain tetap. (Jadi kembali ke posisi awal?) iya," terangnya.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara buka bunyi soal usulan pembatalan mutasi pejabat era Purbaya Yudhi Sadewa oleh Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama.

"Kita mendiskusikan ya, memandang proses maupun nan sedang terjadi, nan sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari nan sudah terjadi," kata Suahasil di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026)

Suahasil bakal membuka ruang dari masing-masing unit eselon I untuk menyampaikan kejanggalan pengangkatan pejabat baru tersebut.

"Saya tetap sekarang mencoba menunggu dari teman-teman seluruh unit eselon satu, lantaran kan nan namanya penunjukan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya dan kemudian juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit," jelasnya.

Dia pun menambahkan, pentingnya memandang secara keseluruhan lantaran berangkaian dengan sinergi dan koordinasi di Kementerian Keuangan.

"Karena kadang-kadang kita memerlukan struktur pejabat nan sifatnya itu lintas unit eselon satu, lantaran itu memperkuat sinergi, memperkuat koordinasi. Jadi ini nan kita sedang pastikan dan bakal kita pastikan bahwa sinergi dari Kementerian Keuangan itu terjadi dengan baik," papar Suahasil

Meski demikian, Suahasil belum dapat memastikan pengangkatan sebelumnya dibatalkan. "Kita kelak memandang dulu ya, apa nan sudah dilakukan kemarin. Karena kan jika seperti pelantikan itu ada juga pelantikan nan hybrid. Nah, ada nan waktu itu datang sehingga ini kelak jadi kombinasi nan keseluruhan."

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News