ilustrasi(AFP)
PEMERINTAH Belanda mengirim kapal penyapu ranjau HNLMS Willemstad ke Laut Mediterania untuk mengikuti misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan dapat dikerahkan ke Selat Hormuz jika diperlukan.
Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius mengatakan kapal tersebut bakal berasosiasi dengan Gugus Tugas Maritim NATO di Laut Mediterania.
"Dari sana, jika diperlukan, kapal dapat dikerahkan ke Selat Hormuz, jalur perdagangan krusial untuk minyak dan gas," kata Yesilgoz-Zegerius melalui akun X, Rabu (28/5).
Ia mengatakan pemerintah Belanda sedang menjajaki opsi pengerahan kapal penyapu ranjau itu ke Selat Hormuz berbareng negara-negara sekutunya.
Pekan lalu, pemimpin militer dari sekitar 40 negara menggelar perundingan nan dipimpin Inggris dan Prancis.
Pernyataan berbareng setelah pertemuan menyebut misi koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz bakal melengkapi proses diplomatik guna menyelesaikan bentrok antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan berbareng ke sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, nan menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan akomodasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata pada 7 April, namun perundingan lanjutan di Islamabad berhujung tanpa terobosan.
Peningkatan konflik di sekitar Iran menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar global.
Kondisi itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak, serta mendorong kenaikan nilai bahan bakar dan produk industri di banyak negara. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·