BEI Terus Komunikasi dengan MSCI, Jawab Kekhawatiran soal Pasar Saham RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menanggapi kekhawatiran pasar mengenai potensi penurunan pengelompokkan (downgrade) pasar saham Indonesia oleh MSCI. Kekhawatiran itu mencuat setelah penyedia indeks dunia tersebut menahan sejumlah kebijakan dalam peninjauan indeks terbarunya.

Nyoman mengatakan, komunikasi antara BEI dan MSCI tetap melangkah intensif dan berkarakter konstruktif. Dia menyebut MSCI telah mengakui beragam reformasi transparansi pasar nan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

“BEI selalu menjalin obrolan aktif dengan MSCI. Pembicaraan dengan MSCI melangkah konstruktif dan positif. Dalam pembicaraan terakhir konsentrasi kepada market reform nan sudah dilakukan oleh OJK BEI dan KSEI,” ujar Nyoman dalam keterangannya, dikutip pada Kamis (23/4).

Dalam dua bulan ke depan, BEI memastikan bakal terus berkomunikasi dengan MSCI untuk menjawab beragam kekhawatiran nan tetap ada.

“Sebagaimana dalam pengumuman MSCI, saat ini MSCI sedang melakukan assessment atas market transformacy reform nan sudah dilakukan dan juga saat ini MSCI meminta feedback kepada client dan pelaku pasar atas reformasi nan dilakukan di Pasar Modal Indonesia,” jelasnya.

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

Selain itu, kata Nyoman, BEI juga menyiapkan langkah berupa edukasi publik dan penyediaan jasa unik (hotdesk) untuk menampung pertanyaan dan masukan investor.

“BEI bakal terus melakukan edukasi kepada public dan pelaku pasar mengenai market transparancy reform dan menjawab concern dari pelaku pasar dengan menyediakan hotdesk dedicated agar dapat menjalin komunikasi nan lebih intense dan accommodative,” ungkap Nyoman.

Terkait potensi penurunan pengelompokkan pasar, Nyoman enggan memberikan pernyataan langsung mengenai akibat downgrade. Namun dia menyoroti respons positif pasar sejak reformasi diumumkan.

“Sejak penyelesaian market transparency reform diumumkan di tanggal 2 April 2026, jika kita lihat IHSG sudah menunjukkan peningkatan sebanyak 8 persen dari 7.026 poin sampai dengan kemarin ditutup 7.559 poin,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan IHSG mencerminkan kepercayaan penanammodal terhadap tindakan reformasi nan dilakukan regulator.

Sebelumnya, MSCI dalam pembaruan terbarunya menyatakan tetap mempertahankan sejumlah kebijakan untuk saham Indonesia pada Review Indeks Mei 2026.

Kebijakan tersebut antara lain pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak adanya penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta tak ada perubahan pengelompokkan ukuran saham.

MSCI juga menegaskan bakal menghapus saham nan masuk dalam kategori High Shareholder Concentration (HSC) dan memanfaatkan info keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen untuk penyesuaian perkiraan free float.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan