Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |17:40 WIB

Begini Jurus Purbaya Jaga Defisit APBN di Bawah 3% Meski Harga Minyak USD100. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi pertahanan berlapis untuk menjaga stabilitas APBN 2026. Meski dibayangi kenaikan nilai minyak mentah dunia, Purbaya memastikan defisit APBN tetap terkendali di bawah pemisah kondusif 3% melalui kombinasi efisiensi shopping dan pemanfaatan persediaan kas.
Purbaya menjelaskan, pemerintah terus melakukan simulasi (exercise) dengan beragam skenario nilai minyak, termasuk jika rata-rata nilai minyak menyentuh level USD100 per barel hingga akhir tahun.
“Jangan nambah berapa, nan krusial adalah kita bisa melakukan langkah-langkah pengamanan di sana-sini, sehingga dengan dugaan nilai minyak bumi USD100 rata-rata sampai akhir tahun, APBN kita tetap bisa ditekan, defisitnya di bawah 3 persen. Sekarang 2,92 persen jika saya tidak salah. Itu outlook-nya,” ujar Purbaya saat ditemui usai rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).
Adapun mengenai kecukupan anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi, Menkeu menekankan bahwa pemerintah tetap mempunyai Saldo Anggaran Lebih (SAL) nan sangat besar sebagai pelindung jika terjadi lonjakan nilai minyak ekstrem, misalnya menyentuh USD150 per barel.
Ia juga meluruskan persepsi mengenai posisi kas negara di Bank Indonesia. Purbaya menegaskan manajemen kas dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu suplai duit di pasar, namun tetap memastikan kesiapan biaya untuk shopping negara.
“Masih duit saya itu. Jangan bilang tinggal 200 triliun. Enggak, tetap 420. Saya tambah 100 lagi, 300, 120 tetap di BI. Nanti kan pajak masuk lagi. Kita bakal lihat bagaimana. Tapi manajemen cash-nya adalah sedemikian rupa sehingga kita tidak mengganggu suplai duit di pasar,” tegasnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·