Bea Cukai wilayah Jakarta menyita dan memusnahkan sejumlah peralatan terlarangan dengan nilai mencapai Rp20,18 miliar dari hasil operasi sepanjang 2025 hingga Juli 2026.
Adapun peralatan terlarangan itu ialah rokok terlarangan sebanyak 12.979.847 batang dan minuman keras sebanyak 1.506 botol alias 901,93 liter.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi, mengatakan dari peralatan terlarangan nan ditindak itu, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 11,81 miliar.
"Operasi terhadap peralatan kena cukai terlarangan ini merupakan bentuk nyata komitmen berbareng abdi negara penegak norma untuk melaksanakan kegunaan perlindungan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya," kata Hendri dalam keterangannya, Jumat (21/8).
Menurut dia, Bea Cukai Jakarta bakal terus memperkuat kerja sama dengan abdi negara penegak norma dan lembaga mengenai untuk mencegah peredaran peralatan kena cukai ilegal. Kata dia, langkah ini krusial untuk menjaga penerimaan negara dan menciptakan suasana upaya lebih sehat bagi pelaku upaya nan menjalankan kewajibannya.
Pemusnahan dilakukan melalui koordinasi antara Bea Cukai berbareng Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Polisi Militer Kodam Jayakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan.
Ia mengatakan, barang-barang tersebut kemudian ditetapkan sebagai BMMN (Barang nan Menjadi Milik Negara) melalui 99 Keputusan BMMN dan memperoleh persetujuan untuk dilakukan pemusnahan. Selain potensi kerugian negara sebesar Rp 11,81 miliar, sebagian perkara juga telah diselesaikan melalui ultimum remedium dengan penerimaan negara sebesar Rp 1,09 miliar.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan berasas info Bea Cukai, bahwa pengungkapan kasus penyelundupan rokok terlarangan pada enam bulan ini mengalami peningkatan nyaris 100% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
"Berarti nyaris 100 persen dari tahun lalu. Tahun lampau satu semester kita hanya mencapai sekitar 600 juta batang, tetapi saat ini kita bisa sukses sampai 1,2 miliar batang rokok," kata Djaka.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·