PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana membagikan dividen interim termin pertama pada kuartal II tahun kitab 2026.
Keputusan tersebut didasarkan pada keahlian perusahaan nan tetap solid sepanjang 1 Januari-31 Maret 2026, serta sebagai corak komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nan digelar 12 Maret 2026, BCA telah menyampaikan perseroan berpotensi membagikan dividen interim hingga 3 kali sepanjang 2026. Jadwal pembagiannya direncanakan setiap kuartal, sepanjang kondisi finansial memungkinkan dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Sejalan dengan rencana tersebut, Direksi berbareng Dewan Komisaris BCA telah menyetujui pembagian dividen interim termin pertama pada kuartal II 2026 sebesar Rp 20 per saham.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan keputusan pembagian dividen interim telah mempertimbangkan sejumlah faktor, antara lain kuatnya permodalan perusahaan, kecukupan likuiditas, kebutuhan pengembangan upaya BCA dan entitas anak, serta kualitas aset nan tetap terjaga.
Hendra menyebut nominal dividen interim pada periode berikutnya diperkirakan sama dengan pembagian saat ini andaikan kondisi finansial perseroan tetap mendukung.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan segenap pemegang saham, sehingga perseroan bisa membukukan keahlian positif hingga tiga bulan pertama tahun 2026," ujar Hendra Lembong melalui keterangannya pada Jumat (19/6).
"Kami berterima kasih dapat mulai merealisasikan rencana pembagian dividen interim pada kuartal II tahun kitab 2026 ini. Hal ini menjadi terobosan baru bagi perseroan, dan diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham nan senantiasa berbareng kami,” lanjutnya.
Hingga Maret 2026, BCA mencatatkan pertumbuhan angsuran sebesar 5,6% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi Rp 994 triliun. Kinerja penyaluran angsuran tersebut ditopang penghimpunan biaya nan kuat, tercermin dari biaya murah alias current account saving account (CASA) nan mencapai Rp 1.089 triliun. Angka itu meningkat 11,2% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Pada saat nan sama, untung bersih BCA beserta entitas anak tercatat mencapai Rp 14,7 triliun pada triwulan I 2026. Perseroan pun menegaskan dividen interim termin pertama ini bakal diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final tahun kitab 2026.
Pembagian dividen final bakal ditetapkan setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPS Tahunan nan dijadwalkan berjalan pada 2027.
Berikut agenda pembagian dividen interim kuartal II BCA tahun kitab 2026:
5 Juni 2026: Pengumuman di Bursa Efek Indonesia dan situs web perseroan.
Cum Dividen (akhir periode perdagangan saham dengan kewenangan dividen interim):
Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 15 Juni 2026
Pasar Tunai: 18 Juni 2026
Ex Dividen (awal periode perdagangan saham tanpa kewenangan dividen interim):
Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 17 Juni 2026
Pasar Tunai: 19 Juni 2026
18 Juni 2026: Tanggal Daftar Pemegang Saham nan berkuasa atas dividen interim (record date).
26 Juni 2026: Tanggal pembayaran dividen interim.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·