Jakarta -
Market Overview
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (12/6/2026) di area positif dengan kenaikan 2,07% ke level 6.007,66. Penguatan indeks ditopang oleh lonjakan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), dan PT MPRO Tbk (MPRO) menjadi pemberat pergerakan indeks.
Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp 287,36 miliar di pasar reguler dan Rp287,77 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup di wilayah hijau. Sektor bahan baku menjadi nan paling menguat dengan kenaikan 4,85%, sementara sektor kesehatan terkoreksi paling dalam sebesar 0,58%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Indeks Dow Jones ditutup naik 0,70% ke level 51.202, disusul S&P 500 nan menguat 0,50% menjadi 7.431 dan Nasdaq nan bertambah 0,31% ke posisi 25.888.
Pelaku pasar tetap mencermati pergerakan rupiah serta arah biaya asing nan kembali masuk ke pasar domestik. Selain itu, perhatian penanammodal juga mengarah pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia nan dijadwalkan diumumkan pada 18 Juni mendatang. Optimisme terhadap pasar Indonesia turut tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 1,82% dan indeks MSCI Indonesia nan naik 0,88%.
Berita Emiten
Niramas Utama Tbk (JELI)
JELI memulai masa penawaran awal alias book building pada 15-22 Juni 2026. Emiten pemilik merek makanan penutup INACO tersebut dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli 2026.
Perseroan menawarkan saham dengan kisaran nilai Rp900-Rp1.120 per saham dan membidik perolehan biaya maksimal Rp392 miliar. Saat ini, PT Niramas Utama International tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 99,80%.
Adapun biaya hasil penawaran umum perdana saham bakal dialokasikan sebesar 51,04% untuk penyertaan modal kepada PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), 18,36% untuk pembelian mesin, 10,63% untuk pembayaran sebagian pinjaman jangka pendek, serta 19,97% untuk mendukung kebutuhan modal kerja.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
BBRI mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp500 miliar. Dana untuk tindakan korporasi tersebut berasal dari kas internal perusahaan nan per akhir kuartal I-2026 tercatat mencapai Rp33,06 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp32,04 triliun.
Jika seluruh alokasi buyback digunakan, total aset perseroan diperkirakan menjadi Rp2.249,33 triliun dari sebelumnya Rp2.249,83 triliun. Sementara total ekuitas diproyeksikan menjadi Rp344,56 triliun dibandingkan posisi sebelumnya Rp345,06 triliun.
Berdasarkan proforma per 31 Maret 2026, rasio kecukupan modal (CAR) BBRI diperkirakan tetap terjaga di level 22,86%, sedangkan tingkat pengembalian ekuitas (ROE) tercatat sebesar 18,37%.
Saham hasil buyback nantinya bakal dialokasikan untuk program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan majelis komisaris setelah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Periode penyelenggaraan buyback berjalan mulai 12 Juni hingga 11 September 2026 sesuai ketentuan nan berlaku.
Bayan Resources Tbk (BYAN)
BYAN memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun kitab 2025 senilai US$ 500 juta alias setara US$ 0,015 per saham. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nan digelar pada 10 Juni 2026.
Jumlah dividen nan dibagikan setara dengan 65,11% dari untung bersih nan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan nilai penutupan saham BYAN pada 12 Juni 2026 di level Rp9.700 per saham dan merujuk pada kurs JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp17.921 per dolar AS, imbal hasil dividen tercatat sekitar 2,77%.
Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 19 Juni 2026. Adapun pembayaran dividen kepada para pemegang saham dijadwalkan berjalan pada 8 Juli 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BUMI - Buy 154-157 | TP 160-164 | SL 146
ANTM - Buy 2810-2830 | TP 2890-2950 | SL 2650
BIPI - Buy 153-156 | TP 159-163 | SL 145
CYBR - Buy 600-610 | TP 625-640 | SL 570
UNTR - Buy 22300-22400 | TP 22700-23000 | SL 21200
Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.
Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing penanammodal sesuai dengan profil akibat dan tujuan finansial pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ang/ang)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·