
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA – Pemerintah memastikan tidak bakal meningkatkan nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi maupun nonsubsidi per 1 April 2026, meskipun nilai minyak bumi tengah bergolak akibat ketegangan geopolitik Iran-Israel. Konsekuensinya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi adanya pembengkakan anggaran subsidi daya antara Rp90 triliun hingga Rp100 triliun.
Purbaya menegaskan bahwa nomor tersebut merupakan murni tambahan untuk pos subsidi, di luar anggaran kompensasi nan mempunyai hitungan terpisah.
“Rp90 triliun sampai Rp100 triliun, subsidi kan kompensasi lain lagi,” ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara Indonesia, Rabu (1/4/2026).
Untuk menutup kebutuhan tambahan tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah tidak bakal mengandalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai langkah utama.
Strategi nan diambil adalah melakukan penghematan besar-besaran pada shopping Kementerian dan Lembaga (K/L) nan dinilai kurang prioritas.
“Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3 di shopping kementerian lembaga nan tidak terlalu jelas. Dan jika kepepet saya punya SAL sekarang naik Rp 420 triliun,” jelas Purbaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin finance lainnya
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·