Jakarta -
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan nilai bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik. Ketetapan nilai itu tidak hanya bertindak sampai akhir tahun ini, tetapi juga berpotensi bersambung hingga tahun-tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Purbaya seiring kapabilitas fiskal pemerintah nan dinilai tetap longgar, dengan pemisah defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga di level 3% dari produk domestik bruto (PDB).
"Kalau saya bilang, saya tetap punya fiscal space. Buktinya apa? BBM (dunia) naik, saya nggak ubah apa-apa, kan?" kata Purbaya dalam agenda Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BBM bersubsidi tetap kita jamin, kita subsidi sampai akhir tahun, mungkin sampai tahun-tahun berikutnya. Tapi lantaran anggaran saya setahun, saya bilang setahun," tambahnya.
Purbaya mengakui besarnya kapabilitas fiskal untuk terus menanggung subsidi daya di tengah kenaikan nilai minyak mentah dunia. Namun, keahlian negara dalam mengumpulkan penerimaan disebut semakin membaik.
Ia mencontohkan, melalui reformasi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), penerimaan negara mengalami peningkatan. Tercatat hingga 31 Maret 2026, pendapatan negara mencapai Rp 574,9 triliun alias naik 10,5% secara tahunan (year on year/yoy).
Purbaya optimistis tren pertumbuhan penerimaan negara dapat dipertahankan hingga akhir 2026 untuk menjaga ruang fiskal tetap aman.
"Saya bakal pertahankan sampai akhir tahun untuk pertumbuhan pajak kita tetap 30%," imbuh Purbaya.
(aid/fdl)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·