Jakarta, CNN Indonesia --
Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, mengalami lonjakan kenaikan, Rabu (10/6).
Merespons perihal tersebut, Wali Kota Bandung M Farhan menyarankan agar masyarakat di wilayahnya, terutama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot, menyiapkan skema efisiensi.
Salah satunya, Farhan menyarankan ASN di pemkot Bandung melakukan tindakan 'nebeng' perjalanan 'Ngantor'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disampaikan Farhan soal opsi kebijakan untuk pegawai Pemkot Bandung imbas kenaikan BBM. Mulai dari usulan para pegawai tidak menggunakan kendaraan pribadi saat berangkat ke kantor, hingga opsi carpool alias istilah nan artinya merujuk kepada berbagi tumpangan alias nebeng.
"Nanti pulang dari Jakarta, saya berpikir mungkin betul-betul nih kita bakal paksa, minimal mah para pegawai Pemkotnya datang ke kantor, tidak dengan kendaraan pribadi gitu. Atau jikalau kendaraan pribadi, kita bikin carpool gitu ya, nah itu kira-kira nan mau kita lakukan," kata dia di Pendopo Kota Bandung, Rabu (10/6) dikutip dari detikJabar.
"Karena efisiensi operasional itu menjadi sangat penting, untuk kita memastikan agar biaya nan kita keluarkan untuk BBM juga tidak terlalu tinggi," imbuhnya.
"Sayangnya memang kita kan pemerintah kota ini enggak punya kontrol terhadap harga. Tetapi kita bisa bersama-sama menjaga, jangan sampai kita menjadi konsumen nan boros," sambung politikus NasDem itu.
Sebelumnya pemerintah pusat pada Rabu awal hari resmi menyesuaikan nilai bahan bakar jenis Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Menurut Farhan hal itu adalah kondisi nan mau tak mau kudu dihadapi di tengah kondisi dunia saat ini.
"Ini kan masalah supply and demand. Da demand mah enggak pernah turun, supply turun-naik, ya kan. Udah gitu, dolar na geh turun-naik. Jadi dengan naiknya nilai BBM ini, artinya memang tingkat supply ini lagi rendah dan nilai dolar lagi tinggi," katanya.
"Apa boleh buat, kita hadapi. Maka saran saya adalah mari bersama-sama kita lakukan efisiensi operasional," imbuhnya.
Selanjutnya, Farhan sedang mempertimbangkan pemangkasan anggaran shopping operasional. Sejumlah mata anggaran seperti shopping makan dan minum hingga perjalanan dinas tak luput dari rencana efisiensi tersebut.
T"api ya udah, kita sama-sama. Kita sama-sama bakal lakukan efisiensi dan penghematan operasional. Belanja operasional kelak memang ada beberapa nan di-cut ya. Seperti mamin, biaya perjalanan dinas, itu, bakal mengalami penurunan nan lumayan signifikan," katanya.
Baca buletin lengkapnya di sini.
(kid/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·