Baznas Tanggap Bencana Latih Tim RSB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Baznas Tanggap Bencana Latih Tim RSB Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kebakaran Pelatihan mitigasi musibah kebakaran.(Dok. Baznas)

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) memberikan training dan simulasi mitigasi kebakaran bagi personel Rumah Sehat Baznas (RSB) Indonesia, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan serta mitigasi risiko bencana kebakaran di lingkungan akomodasi pelayanan kesehatan RSB.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Baznas dengan menggandeng Baznas Tanggap Bencana (BTB). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai RSB Indonesia di Gedung Rumah Sehat Baznas, Jakarta, Kamis (6/8).

Melalui training ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai beragam aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat, mulai dari dasar-dasar kebakaran, pengelompokkan jenis kebakaran, pengenalan perangkat pemadam api ringan (APAR), perangkat pelindung diri (APD), hingga prosedur keselamatan dalam melakukan pemadaman pada tahap awal.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan APAR dengan menerapkan teknik PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep) sesuai standar keselamatan.

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menyampaikan, training tersebut menjadi langkah preventif dalam membangun budaya kesiapsiagaan, khususnya di akomodasi pelayanan kesehatan. 

Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh pegawai menjadi aspek krusial untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan, terutama saat menghadapi situasi darurat.

"Dengan kesiapsiagaan nan baik, pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan secara optimal, aman, dan tidak terganggu ketika menghadapi potensi musibah maupun keadaan darurat lainnya," ujar Idy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (7/8). 

Sementara itu, Wakil Kepala Baznas Tanggap Bencana (BTB) Taufiq Hidayat mengatakan training simulasi tanggap darurat mitigasi dan sistem perlindungan kebakaran krusial dilakukan mengingat RSB merupakan akomodasi pelayanan publik nan mempunyai tingkat akibat tertentu terhadap kejadian kebakaran.

"RSB itu adalah pelayanan publik ya, pelayanan masyarakat nan mempunyai gedung sendiri, di mana di sini sangat rentan untuk ancaman kebakaran. Jadi,  ilmu ini sangatlah krusial buat mereka nan memang bekerja di Rumah Sehat Baznas ini, sehingga pada saat kelak terjadi kebakaran, teman-teman di RSB ini bisa menanggulangi ancaman kebakaran sedini mungkin," ucap Taufiq.

Sementara itu, Kepala Klinik RSB Indonesia dr. Reza Ramdhoni, mengatakan training nan tersebut memberikan faedah bagi para pegawai RSB lantaran pengetahuan nan diperoleh dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, terutama dalam upaya pencegahan dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

"Pengetahuan alias pengetahuan dapat meningkatkan keahlian kami dalam melakukan penanganan awal, khususnya mengenai kebakaran. Semoga dapat menjaga keselamatan kita semua dan meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan akomodasi kesehatan Rumah Sehat Baznas," ujarnya. 
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia