, JAKARTA, – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat strategi jasa kurban tahun ini untuk memastikan pendistribusian nan lebih luas dan memberikan akibat ekonomi nyata bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyoroti pentingnya aspek penguatan ekonomi umat dalam penyelenggaraan kurban sebagai fondasi kemajuan bangsa.
"Maka kita mau sekarang membangun visi baru. Visi baru berakidah adalah membangun ekonomi umat itu kudu seserius, sungguh-sungguh kita ketika berpolitik, ketika menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren dan rumah sakit," kata Sodik.
Pihaknya bakal berfokus pada tiga perihal utama, ialah penguatan penghimpunan biaya umat, pendayagunaan nan setara dan berdampak, serta percepatan digitalisasi secara terpadu. Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, menekankan pentingnya menghadirkan nilai spiritual dalam jasa kurban agar tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan.
"Fundraising kurban saat ini perlu kembali menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, dengan menyampaikan makna-makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh," ujarnya.
Rizaludin juga mendorong adanya penguatan jasa kurban melalui peningkatan kualitas komunikasi dakwah, ekspansi kanal pembayaran, percepatan digitalisasi, serta penguatan jasa amil, termasuk transparansi pelaporan kepada pemberi kurban.
Peningkatan Layanan Digital
Pemanfaatan kanal digital juga didorong untuk memudahkan masyarakat dalam berkurban, termasuk melalui skema pembayaran nan lebih fleksibel. Layanan digital ini kudu didukung dengan transparansi dan pengarsipan nan baik agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya penguatan sinergi antara lembaga amil amal (LAZ) dan para penyuluh kepercayaan untuk memperluas jangkauan jasa kurban kepada masyarakat.
Baznas RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba alias kambing dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026 secara nasional. Target ini didasarkan pada realisasi kurban 2025 dengan nominal Rp2,3 triliun alias 790.554 domba alias kambing nan dikelola oleh Baznas dan LAZ. Total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun nan termasuk kurban secara swadaya oleh masyarakat.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·